DENPASAR — Kota Denpasar berhasil memboyong trofi juara di ajang Soekarno Cup III Bali 2026 setelah mengalahkan Badung di partai final yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Denpasar. Turnamen yang digelar Liga Kampung ini menyedot perhatian ribuan warga yang memadati tribun stadion sejak babak pertama.
Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup III Bali, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai wadah pembinaan talenta muda. “Ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui olahraga,” ujarnya kepada awak media di sela-sela pertandingan final.
Partai puncak mempertemukan dua tim terkuat di Bali. Denpasar yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri berhasil unggul di babak kedua setelah skor kacamata bertahan hingga turun minum. Satu gol semata wayang dari pemain sayap Denpasar memastikan kemenangan 1-0 atas Badung.
Badung yang tampil sebagai runner up tak mampu membalas tekanan Denpasar meski mendapat beberapa peluang emas di 15 menit akhir pertandingan. Wasit meniup peluit panjang diiringi sorak sorai suporter yang memadati tribun.
Menurut Wayan Adi Arnawa, turnamen ini sengaja digelar untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola muda dari tingkat kampung. Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya. “Kami ingin anak-anak muda Bali punya wadah untuk mengembangkan bakat dan karakter mereka,” tambahnya.
Ia berharap Soekarno Cup bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Panitia mencatat puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota di Bali ikut serta dalam turnamen edisi ketiga ini.
Pertandingan final yang digelar pekan lalu itu juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar. Sejumlah pejabat Pemkot Denpasar hadir langsung menyaksikan laga dan menyerahkan piala kepada tim juara.
Warga yang hadir mengaku senang dengan terselenggaranya turnamen ini. Seorang suporter asal Denpasar, Made, mengatakan ajang seperti ini sangat positif untuk mengalihkan anak-anak muda dari pengaruh negatif. “Lebih baik main bola daripada main-main yang tidak jelas,” ujarnya singkat.
Panitia berencana memperluas turnamen ini ke lebih banyak kecamatan di Bali pada edisi mendatang. Wayan menyebut bahwa mereka juga akan menggandeng sponsor dan akademi sepak bola profesional untuk menjaring pemain berbakat.
Soekarno Cup III Bali 2026 resmi ditutup dengan pesta kembang api di Stadion Ngurah Rai. Trofi bergilir kini dibawa pulang ke Denpasar, sementara Badung harus menunggu tahun depan untuk merebut gelar juara.