Pemkab Badung Luncurkan Gerakan Badung Peduli Residu di Tengah Semarak Posyandu 2026, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah

Penulis: Xander Situmorang  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:14 WIB
Pemkab Badung meluncurkan Gerakan Badung Peduli Residu dalam Semarak Posyandu 2026.

BADUNG — Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Pemkab Badung memanfaatkan momen Semarak Posyandu 2026 yang rutin dikunjungi ratusan ibu dan balita untuk menanamkan kebiasaan baru: memilah sampah residu dari rumah.

“Kegiatan Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026 ini, kami rangkaikan sekaligus dengan peluncuran gerakan penanganan sampah residu yang kami beri nama Badung Peduli Residu,” demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.

Mengapa Posyandu Jadi Pintu Masuk Program Ini?

Posyandu dipilih karena menjadi titik temu rutin warga, terutama ibu rumah tangga yang selama ini menjadi pengelola utama sampah dapur. Dengan menyasar pengunjung posyandu, Pemkab Badung ingin edukasi pengelolaan sampah berjalan organik—tidak melalui sosialisasi formal di aula kelurahan yang kerap sepi peminat.

Program ini menekankan pengelolaan sampah residu, yaitu jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang atau diolah kembali. Selama ini, residu menjadi beban utama tempat pembuangan akhir (TPA) karena volumenya paling besar dan paling sulit terurai.

Apa yang Perlu Dilakukan Warga?

Dalam gerakan ini, warga diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik yang masih bernilai ekonomi dipisahkan, sementara residu—seperti popok bekas, pembalut, atau styrofoam kotor—dikumpulkan secara khusus agar tidak tercampur dengan sampah lain.

Pemkab Badung menyediakan fasilitas penampungan sementara di titik-titik posyandu yang ditunjuk. Petugas kebersihan kemudian akan menjemput residu tersebut secara terjadwal untuk diangkut ke TPA.

Target: Mengurangi Volume Sampah ke TPA

Dengan pemilahan ketat sejak dari rumah, volume sampah yang dikirim ke TPA diharapkan bisa ditekan secara signifikan. Saat ini, sebagian besar TPA di Bali menghadapi tekanan akibat volume sampah yang terus meningkat, terutama dari kawasan wisata dan permukiman padat.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Badung mencapai target pengurangan sampah plastik dan residu dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) pengelolaan sampah.

Kapan Program Ini Mulai Berjalan?

Gerakan Badung Peduli Residu resmi diluncurkan bersamaan dengan Semarak Posyandu 2026. Tahap awal difokuskan di posyandu-posyandu yang memiliki jumlah kunjungan tinggi. Pemkab akan mengevaluasi efektivitas program dalam tiga bulan pertama sebelum memperluas jangkauan ke seluruh desa dan kelurahan di Badung.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top