DENPASAR — Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata menggelar Diskusi Fotografi bertajuk dokumentasi usaha sebagai rangkaian Lomba Foto Denpasar Kreatif 2026. Acara ini berlangsung di Ruang Diskusi Gedung Dharma Negara Alaya, Minggu (7/6/2026), dan dihadiri oleh komunitas fotografi, pencinta seni visual, serta mahasiswa Universitas Primakara.
Diskusi menghadirkan dua narasumber utama: Ketua Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) Bali, Aji Mahareshi, dan pengusaha dokumentasi, Addy Semmy. Dalam kesempatan itu, Aji Mahareshi juga menyerahkan Gallery Book Lomba Foto Denpasar Kreatif 2026 kepada Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif, A.A Ngurah Mahendra Putra.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif, A.A Ngurah Mahendra Putra, menegaskan bahwa fotografi kini memiliki peran strategis. Menurutnya, visual yang kreatif dan berkualitas mampu memperkenalkan produk, jasa, budaya, dan potensi daerah kepada masyarakat luas secara lebih efektif.
“Fotografi saat ini telah berkembang menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan branding. Melalui karya visual yang kreatif dan berkualitas, berbagai potensi daerah maupun usaha lokal dapat dipromosikan secara lebih menarik serta menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Mahendra Putra.
Ia berharap forum ini tidak berhenti sebagai diskusi semata, melainkan menjadi langkah awal membangun ekosistem fotografi yang berkelanjutan. “Mari jadikan momentum ini sebagai langkah bersama menghadirkan gerakan kreatif yang berkelanjutan, sehingga komunitas fotografi di Kota Denpasar dapat menjadi barometer baru perkembangan seni fotografi,” katanya.
Aji Mahareshi memaparkan sejumlah strategi usaha, mulai dari membangun branding, menyusun perjanjian kerja, hingga mengatur alur pekerjaan. Menurutnya, di era digital, personal branding merupakan ujung tombak bisnis dokumentasi.
“Proses tersebut tidak berhenti pada branding. Bagian terpenting berikutnya adalah bagaimana mengatur workflow dengan baik agar hasil pekerjaan sesuai dengan permintaan klien dan dapat diselesaikan tepat waktu,” kata Aji.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas usaha tidak akan berjalan aman tanpa didasari kontrak hukum. HIPDI Bali, kata dia, menjembatani para pengusaha dengan aspek hukum, pemerintah, dan sesama pelaku usaha agar alur kerja lebih jelas dan terukur.
Hal senada disampaikan Addy Semmy. Menurutnya, personal branding menjadi modal penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan usaha yang semakin kompetitif. “Personal branding tidak hanya membantu membangun citra diri yang positif, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan, memperluas jaringan, dan memperkuat daya saing usaha di tengah pasar yang dinamis,” ucap Semmy.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Lomba Foto Denpasar Kreatif 2026 yang diharapkan mampu melahirkan talenta unggul di bidang fotografi. Pemerintah Kota Denpasar menargetkan ekosistem fotografi lokal bisa menjadi barometer baru perkembangan seni visual di Indonesia.
Dengan dukungan komunitas, akademisi, dan asosiasi pengusaha, diskusi ini menjadi sinyal bahwa Denpasar serius memperkuat posisinya sebagai kota kreatif yang kaya akan inovasi dan ekspresi seni.