BALI — BYD melanjutkan ekspansi agresifnya di tengah pertumbuhan ekspor yang fenomenal. Sepanjang semester pertama 2026 saja, penjualan ekspor mobil penumpang dan pikap BYD tercatat 789.400 unit atau naik 70 persen secara tahunan. Target tahun ini pun dipatok 1,5 juta unit. Untuk memenuhi permintaan itu, perusahaan asal Tiongkok ini membuka ribuan lowongan kerja di dua fasilitas utamanya: pabrik komponen Ebu dan pabrik perakitan kendaraan Xiaomo.
Ekspor BYD Tumbuh 145 Persen, Dorong Kebutuhan Tenaga Kerja
Rekrutmen ini diumumkan melalui kanal resmi BYD, mengutip Carnewschina. Sebanyak 4.800 karyawan dibutuhkan di Xiaomo untuk posisi pekerja lembaran logam, teknisi pelapis interior (upholstery), dan staf gudang. Divisi 15 di kawasan yang sama juga memerlukan 1.200 tenaga kerja untuk operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi busa. Sementara di pabrik Ebu, divisi 15 menyerap 2.000 karyawan baru sebagai operator, penyetel mesin, dan tukang las.
Gaji Berjenjang: Operator Rp 13 Juta, Teknisi Senior hingga Rp 52 Juta
BYD menerapkan skema kompensasi bertingkat sesuai keahlian dan posisi. Berikut rentang gaji yang ditawarkan:
- Operator umum: mulai 5.000 yuan (sekitar Rp 13 juta) per bulan
- Teknisi senior: 15.000–20.000 yuan (Rp 39–52 juta) per bulan
Besaran ini kompetitif dibanding standar industri China. Dengan nilai tukar yuan terhadap rupiah yang fluktuatif, nominal dalam yuan tetap menjadi acuan utama bagi pelamar lokal.
Pabrik Subang Sudah Produksi, BYD M6 DM Diisyaratkan Rakitan Lokal
Ekspansi BYD tak hanya di China. Di Brasil, pabrik lokal baru merayakan produksi kendaraan energi baru ke-100.000 dengan lebih dari 5.500 pekerja. Di Hungaria, pembangunan pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Eropa tengah berlangsung di Szeged. Sementara Thailand, pabrik di Rayong telah memproduksi lima model: Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.
Lantas bagaimana dengan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat? Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkap fasilitas itu sudah memproduksi beberapa unit. "Seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelas Luther pada Juni lalu.
Ketika ditanya soal BYD M6 DM yang digadang-gadang menjadi produk rakitan lokal, Luther memberi sinyal kuat. "Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia," bebernya.
Dengan langkah ini, BYD tidak hanya memperkuat rantai pasok global, tetapi juga memastikan ketersediaan model-model andalannya di pasar Indonesia dengan kandungan lokal yang semakin besar.