GIANYAR — I Made Wirawan, kiper legendaris yang membawa Persib Bandung juara Liga 1 2014/2015, tercatat sebagai salah satu peserta dalam kursus analisis sepak bola yang berlangsung di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar. Pria kelahiran Gianyar, 10 Juli 1987, itu kembali ke kampung halamannya untuk mengikuti program pengembangan kompetensi di bidang analisis pertandingan.
Kursus ini dirancang untuk membekali para mantan pemain dan pelatih dengan kemampuan membaca data serta statistik pertandingan secara profesional. Made Wirawan, yang sudah pensiun dari lapangan hijau pada 2023, melihat peluang besar di sektor ini. "Sepak bola modern tidak bisa lepas dari data. Saya ingin terus belajar agar bisa berkontribusi lebih, baik untuk klub maupun sepak bola Indonesia," ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) bekerja sama dengan Bali United. Selain Made Wirawan, kursus ini juga dihadiri oleh sejumlah nama besar lainnya yang pernah malang melintang di Liga 1.
Para peserta mendapatkan materi tentang analisis video pertandingan, penggunaan perangkat lunak statistik, hingga teknik membaca pergerakan lawan. Pelatihan berlangsung selama beberapa hari di fasilitas training center yang berada di kawasan pesisir Pantai Purnama, Gianyar. Lokasi ini dipilih karena kelengkapan infrastruktur dan suasana yang mendukung konsentrasi.
Made Wirawan mengaku antusias mengikuti setiap sesi. "Ini pengalaman baru buat saya. Dulu saya hanya menerima instruksi, sekarang saya belajar bagaimana instruksi itu lahir dari data," katanya.
Perjalanan karier Made Wirawan dimulai dari klub lokal di Gianyar sebelum akhirnya bergabung dengan Persib Bandung pada 2012. Bersama Maung Bandung, ia mencatatkan lebih dari 100 penampilan dan menjadi salah satu kiper paling disegani di era keemasannya. Namanya semakin melegenda setelah membawa Persib menjuarai Liga Indonesia pada 2014.
Setelah gantung sepatu, Made Wirawan tidak benar-benar meninggalkan dunia sepak bola. Ia aktif di berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan, termasuk kursus analisis yang kini dijalaninya. Kehadirannya di Bali United Training Center menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak pernah padam, bahkan bagi seorang legenda.