Pencarian

PB Akuatik Indonesia Beri Beasiswa Pelatihan ke Luar Negeri untuk Atlet Renang Perairan Terbuka, Target Kejar Vietnam dan Thailand

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:05:31 WIB
PB Akuatik Indonesia Beri Beasiswa Pelatihan ke Luar Negeri untuk Atlet Renang Perairan Terbuka, Target Kejar Vietnam dan Thailand
PB Akuatik Indonesia memberikan beasiswa pelatihan luar negeri bagi atlet renang perairan terbuka.

BADUNG — PB Akuatik Indonesia tidak hanya mengirim atlet ke luar negeri untuk mengikuti kejuaraan, tetapi juga memberikan beasiswa pelatihan penuh. Program ini difasilitasi oleh World Aquatics, induk organisasi olahraga akuatik dunia, dan menyasar atlet-atlet potensial seperti Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva.

“Open water sangat aktif mengirimkan pelatihan dan race keluar (negeri),” kata Ketua Bidang Branding dan Marketing PB Akuatik Indonesia sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Asian OWS Championship 2026, Kiki Taher, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.

Hefrisyanthi: Atlet Nomor Satu yang Dikirim ke Paris

Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva merupakan atlet wanita nomor satu Indonesia untuk renang perairan terbuka. Ia sempat berlaga pada SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, meski saat itu belum mempersembahkan medali untuk Merah Putih.

Selain beasiswa, PB Akuatik Indonesia juga secara rutin mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan nasional dan internasional. Upaya ini diharapkan menambah pengalaman dan kapasitas atlet, mengingat di kawasan Asia Tenggara dominasi masih dipegang Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Kejuaraan di Tanah Air Masih Minim, Terkendala Cuaca

Kiki Taher mengakui, penyelenggaraan kejuaraan OWS di dalam negeri masih kurang. Hal ini disebabkan kejuaraan sangat tergantung pada faktor alam atau cuaca. Meski begitu, setiap tahun PB Akuatik Indonesia tetap menggelar kejuaraan nasional (kejurnas).

Pada 2025, kejurnas diadakan di Bali dan tahun ini rencananya digelar di Belitung pada September. Kejurnas juga dilaksanakan bersamaan dengan A Stream OWS yang terbuka untuk perenang pemula guna menjaring bibit-bibit atlet baru.

Asian OWS Championship 2026: China dan Vietnam Kuasai Podium

Sementara itu, pada Asian OWS Championship 2026 yang digelar di perairan InterContinental Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, pada 13-15 Juni, kontingen China dan Vietnam mendominasi podium. Pada nomor tunggal putra dan putri 5 kilometer, kedua negara ini menguasai posisi teratas.

Di nomor estafet 4X1.500 meter, medali emas kembali diraih China, perak disabet Korea Selatan, dan perunggu direbut Vietnam. Tim Indonesia yang turun pada nomor ini belum mampu mempersembahkan medali setelah finis di urutan kedelapan dengan catatan waktu 1 jam 4 menit dan 32,7 detik. Catatan waktu Indonesia terpaut sekitar 8 menit dari peraih emas China yang mencatatkan waktu 56 menit 42,3 detik.

Wakil Indonesia pada nomor estafet tersebut adalah Gusti Ayu Made Nadya Saraswati, Mochamad Akbar Putra Taufik, Sang Arka Ning Jaladri Prawatya, dan Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva.

Apa Langkah Selanjutnya?

PB Akuatik Indonesia berencana terus memperbanyak ajang kompetisi domestik. Pada 2026, A Series OWS sudah diadakan di Lampung dan Jimbaran, Bali, dan rencananya kembali digelar di Belitung pada September 2026. Dengan semakin banyaknya kejuaraan lokal, diharapkan jam terbang atlet Indonesia bisa meningkat dan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks