BADUNG — Enam kabupaten di Bali mulai menikmati program perbaikan irigasi berskala besar dari Kementerian PU pada tahun ini. Sebanyak 78 lokasi masuk dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2026, dengan Gianyar menjadi daerah penerima terbanyak mencapai 26 titik.
Selain Gianyar, dua kabupaten lain mendapat alokasi besar. Bangli dan Tabanan masing-masing memperoleh 17 titik lokasi. Sisanya tersebar di Klungkung sembilan titik, Jembrana lima titik, dan Karangasem empat titik.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dengan kelompok penerima bantuan di Kabupaten Badung, Jumat (19/6). Penerima terdiri dari Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan Subak.
Program ini tidak sekadar membangun saluran irigasi. Kementerian PU menerapkan pendekatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang mengandalkan tenaga kerja lokal.
"Program IBM memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).
Petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Subak menjadi pelaksana di lapangan. Mereka dilibatkan dalam rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi kecil serta jaringan irigasi tersier.
Pemerintah menyebut program ini dirancang khusus untuk menjaga keberlanjutan sistem Subak sebagai kearifan lokal Bali. Infrastruktur yang diperkuat diharapkan meningkatkan keandalan pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Dody menambahkan bahwa infrastruktur irigasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Pasokan air yang andal akan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Program P3-TGAI 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, sektor pertanian Bali diharapkan tetap produktif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.