Sekda Denpasar Harap Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 Jadi Momentum Nasionalisme Generasi Muda Lewat Lomba Puisi hingga Fashion Street

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 01:03:01 WIB
Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir dalam Malam Inagurasi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Gedung Taksu.

DENPASAR — Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama Ny. Suwandewi Eddy Mulya, hadir langsung dalam Malam Inagurasi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar di Gedung Taksu, Dharma Negara Alaya, pada Selasa (30/6) malam. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, jajaran Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Penghargaan untuk Pemenang Lomba dan Desainer Denpasar Fashion Street

Malam inaugurasi dibuka dengan Tari Pembukaan "Mada Jayantara". Puncak acara adalah penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar selama Bulan Bung Karno, seperti lomba membaca puisi, pidato, dan Pasar Desa. Penghargaan khusus juga diberikan kepada kurator dan desainer yang terlibat dalam Denpasar Fashion Street (DFS).

Setelah penyerahan penghargaan, acara dilanjutkan dengan penampilan dari para juara lomba puisi dan pidato, serta pentas inaugurasi bertajuk "Swarnadwipa Nusantara". Rangkaian ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang sudah berlangsung selama sebulan penuh.

Tri Sakti Bung Karno: Relevan untuk Generasi Milenial dan Gen Z

Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa ajaran Bung Karno tetap relevan sebagai inspirasi bagi generasi muda. "Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum menumbuhkan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Proklamator RI, Ir. Soekarno," ujarnya.

Menurutnya, semangat gotong royong, persatuan, kemandirian, serta keberanian berinovasi harus menjadi landasan dalam pembangunan Kota Denpasar. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan Bulan Bung Karno sebagai ruang aktualisasi ide, kreativitas, dan karya nyata.

"Warisan terbesar Bung Karno bukan hanya kemerdekaan, tetapi juga semangat untuk terus berkarya, mencintai tanah air, menghargai keberagaman, serta menjaga persatuan bangsa," tegas Eddy Mulya. Ia berharap momen ini memperkuat komitmen bersama membangun Denpasar yang maju, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.

Denpasar sebagai Kota Budaya Berlandaskan Vasudhaiva Kutumbakam

Sebagai Kota Budaya, Denpasar berpegang pada nilai Vasudhaiva Kutumbakam—semua adalah saudara. Eddy Mulya menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga harmoni, melestarikan budaya, dan memperkuat toleransi. Hal ini sejalan dengan cita-cita Tri Sakti Bung Karno yang diusung dalam tema tahun ini.

Pemerintah Kota Denpasar berharap kegiatan ini mampu menyalakan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Reporter: Usman Harun
Sumber: dutabalinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top