Pemkab Jembrana Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian, Pekerja Wajib Pakai APD Lengkap

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 20:03:31 WIB
Pekerja proyek pedestrian di Jembrana diwajibkan menggunakan APD lengkap demi keselamatan kerja.

JEMBRANA — Proyek penataan pedestrian dan tata kota di pusat Kota Jembrana tidak hanya berfokus pada estetika. Pemerintah daerah menempatkan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama yang wajib dipenuhi kontraktor pelaksana sejak awal pekerjaan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRHUB Jembrana, I Nyoman Wiartha, menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan persyaratan yang tidak bisa ditawar. Seluruh pekerja telah difasilitasi dengan APD standar dan diinstruksikan untuk mematuhi prosedur keselamatan.

“Sejak awal kontrak disepakati, penerapan K3 merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh pihak kontraktor pelaksana. Kami melakukan pengawasan berkala secara ketat, dan seluruh pekerja telah diinstruksikan serta difasilitasi dengan APD yang sesuai standar,” ujarnya, Selasa (7/1/2026).

Langkah Pengawasan dan Perlindungan Pekerja

Penerapan K3 di lapangan mencakup beberapa aspek. Pertama, penyediaan APD lengkap bagi seluruh pekerja konstruksi. Kedua, pemasangan rambu-rambu keselamatan dan barikade di area proyek. Ketiga, supervisi berkala untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur.

Wiartha menekankan bahwa pengawasan ini bertujuan melindungi pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek. “Ini juga selalu kami tekankan kepada pelaksana kerja guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan yang dapat membahayakan pekerja maupun masyarakat umum,” katanya.

Dampak Proyek terhadap Mobilitas Warga

Proses pembangunan yang berlangsung di pusat aktivitas masyarakat diakui berpotensi menimbulkan gangguan sementara. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek dan pembersihan material sisa pekerjaan setiap hari.

Langkah tersebut dilakukan agar dampak terhadap mobilitas warga dapat diminimalkan selama proses konstruksi berlangsung. Wiartha menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Pasti sementara ini akan mengganggu kenyamanan aktivitas warga sehari-hari. Untuk itu, kami memohon maaf dan berharap masyarakat berkenan sedikit bersabar selama proses konstruksi, karena semua ini dilakukan demi menata wajah kota Jembrana agar jauh lebih indah, tertata, dan nyaman untuk kita gunakan bersama ke depan,” pungkasnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: updatebali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top