BADUNG — Sebanyak 519 atlet dari 32 pengurus daerah se-Indonesia, plus peserta dari Korea Selatan, ambil bagian dalam ajang perdana Badung Finswimming Open 2026. Kejuaraan renang sirip ini menjadi pembuka rangkaian Piala Bupati Badung 2026 yang digelar di Kolam Renang Tirta Arum, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Minggu (12/7).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa daerahnya tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua event besar dalam setahun. "Saya meminta mulai tahun ini KONI Badung menyusun kalender event olahraga secara baik. Setiap cabang olahraga harus memiliki ruang kompetisi sehingga pembinaan atlet berjalan secara berkesinambungan," ujarnya saat membuka kejuaraan.
Menurut Adi Arnawa, Badung sebagai destinasi wisata unggulan membutuhkan agenda kompetisi yang padat sepanjang tahun. Hal ini dinilai strategis untuk menarik kunjungan atlet, ofisial, dan wisatawan olahraga secara berkelanjutan.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Pemkab Badung berencana membangun stadion di kawasan Abiansemal serta kolam renang berstandar internasional. "Saya tidak ingin membangun fasilitas secara setengah-setengah. Kami akan mempelajari berbagai fasilitas olahraga terbaik sebagai referensi agar Badung memiliki venue bertaraf internasional yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan dunia," kata bupati.
Selain nomor kolam di Tirta Arum, cabang finswimming juga akan mempertandingkan nomor open water di Pantai Muaya, Jimbaran. Langkah ini sekaligus memperkuat daya tarik wisata bahari di kawasan selatan Bali.
Ketua Umum PB. POSSI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini. Ia menilai kompetisi semacam ini sangat strategis dalam mencetak atlet nasional sejak usia dini, terlebih Indonesia memiliki rekam jejak prestasi dunia di cabang finswimming. "Kejuaraan ini bukan sekadar memperebutkan medali, tetapi menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet. Prestasi internasional lahir dari kompetisi yang rutin dan pembinaan yang berkesinambungan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Badung I Made Sutama menambahkan bahwa Piala Bupati 2026 menjadi instrumen evaluasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Buleleng. "Kami menargetkan mempertahankan gelar juara umum Porprov Bali untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Karena itu, kompetisi seperti ini menjadi bagian penting dalam mengukur hasil pembinaan sekaligus menjaring atlet-atlet potensial," jelasnya.