KLUNGKUNG — Dua kelompok nelayan di Klungkung kini memiliki chest freezer bantuan negara. Bupati I Made Satria menyerahkan langsung alat pendingin itu ke KUB Putra Baruna di Dusun Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, dan KUB Bendega Saman Jaya di Dusun Kawan, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung.
Bantuan bersumber dari APBN 2026 melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP. Penyerahan difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat.
Bupati Satria menjelaskan, freezer menjadi solusi atas masalah klasik nelayan: ikan tidak habis terjual dalam sehari. “Dengan freezer, mutu ikan tetap terjaga sehingga nilai jualnya tidak turun saat dijual keesokan harinya,” ujarnya.
Ia menekankan agar bantuan dirawat dan benar-benar dipakai untuk meningkatkan produktivitas. “Jangan sampai hanya jadi pajangan,” pesannya.
Di luar bantuan fisik, Pemkab Klungkung menyiapkan jaring pengaman sosial. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Ni Luh Made Ariyati, menyebutkan 932 nelayan telah terdata dan masuk skema fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli 2026. Seluruhnya juga sudah terdaftar BPJS Kesehatan.
“Kami ingin nelayan bekerja tenang. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan jadi prioritas,” tegas Bupati Satria. Risiko tinggi pekerjaan di laut menjadi alasan utama percepatan program ini.
Bupati juga mendorong pembentukan koperasi di setiap kelompok nelayan. Menurutnya, koperasi bisa mengonsolidasikan hasil tangkapan sekaligus memangkas rantai distribusi yang merugikan. “Dinas Koperasi akan kami turunkan untuk memfasilitasi legalitas dan pembinaan,” imbuhnya.
Para penerima bantuan menyambut positif. Mereka menilai rencana perlindungan BPJS menjadi motivasi besar untuk terus melaut dengan aman. Bantuan chest freezer dinilai tepat sasaran untuk menjaga kualitas ikan di tingkat nelayan kecil.