BALI — Empat pilar karakter menjadi bekal utama yang dititipkan Presiden Prabowo Subianto kepada generasi pertama Sekolah Rakyat. Melalui Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Kepala Negara menekankan pentingnya rasa percaya diri, kecerdasan, karakter, dan keterampilan sebagai modal memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Pak Presiden ingin kalian, pertama, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus menjadi anak yang pintar," kata Agus Jabo saat berdialog di hadapan siswa.
Agus Jabo merinci pesan Presiden dalam empat poin utama. Pertama, kepercayaan diri disebut sebagai fondasi agar anak-anak mampu bersaing di tingkat global. Kedua, kecerdasan menjadi modal untuk mengembangkan potensi diri secara optimal.
Presiden juga menginginkan siswa memiliki karakter kuat, jiwa nasionalisme, toleransi, dan kepedulian sosial. Disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari menjadi syarat mutlak yang ditekankan dalam pesan tersebut.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah. Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," ujar Agus Jabo.
Pemerintah tidak hanya berhenti pada proses pendidikan di bangku sekolah. Agus Jabo menegaskan adanya jaminan keberlanjutan bagi para siswa setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Dua jalur disiapkan: melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja. Pemerintah bahkan membuka opsi penempatan kerja di luar negeri bagi lulusan yang memilih jalur tersebut.
Keterampilan menjadi syarat yang tak kalah penting. Presiden mendorong siswa Sekolah Rakyat memiliki keahlian terapan agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Sekolah Rakyat hadir sebagai instrumen kebijakan sosial yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas yang selama ini sulit dijangkau kelompok masyarakat bawah.
Konsep pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya mengejar aspek akademik. Pembentukan karakter dan keterampilan praktis menjadi kurikulum yang setara pentingnya dengan mata pelajaran formal.
Pemerintah menargetkan lulusan Sekolah Rakyat mampu memutus transmisi kemiskinan yang kerap berulang dari orang tua ke anak. Kepercayaan diri disebut sebagai kunci pertama yang harus ditanamkan sejak dini.
MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang menjadi momen perdana bagi 262 siswa untuk mengenal lingkungan belajar baru. Pesan Presiden yang disampaikan langsung oleh Wamensos menjadi pengingat akan besarnya harapan negara terhadap masa depan mereka.