Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid di Indonesia Tembus 117 Ribu Unit di Semester I 2026, TKDN Kini Capai 80 Persen

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 03:11:01 WIB
Penjualan mobil listrik dan hybrid di Indonesia mencapai 117 ribu unit pada semester I 2026, dengan 69 ribu unit di antaranya merupakan mobil listrik murni.

BALI — Data Gaikindo yang dirilis saat pembukaan GIIAS 2026 di ICE BSD City, Kamis (30/7), mencatat dari total 117 ribu unit kendaraan elektrifikasi yang terjual, 69 ribu unit di antaranya merupakan battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik murni. Sisanya adalah kendaraan hybrid dan teknologi rendah emisi lainnya.

Bukan Hanya Mobil Listrik, Hybrid Jadi Pendorong Utama

Agus menegaskan strategi transisi energi nasional tidak melulu soal mobil listrik. Pemerintah tetap mendorong kendaraan hybrid, mesin pembakaran internal yang lebih efisien, hingga penggunaan biodiesel dan bioetanol sebagai bagian dari peta jalan menuju transportasi rendah emisi.

"Seluruhnya merupakan jalan menuju tujuan yang sama, yaitu emisi yang lebih rendah dan ketahanan energi yang lebih kuat," ujarnya dalam sambutan di GIIAS 2026.

Pemasok Lokal Makin Kuat, TKDN Tembus 80 Persen

Dari sisi industri, program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang bergulir sejak 2021 kini didukung 16 perusahaan perakitan dan 332 pemasok komponen dalam negeri. Rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi berada di kisaran 40–46 persen, bahkan beberapa model sudah menyentuh 80 persen.

Agus meminta seluruh agen pemegang merek (APM) mempercepat realisasi investasi dan memperdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua dan ketiga. "Jadikan Indonesia bukan sekadar pasar," tegasnya.

Ekspor Komponen Melonjak 112 Persen, Industri Otomotif Tampung 1,5 Juta Tenaga Kerja

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika melaporkan total penjualan mobil nasional sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 436.564 unit, tumbuh 15,8 persen secara tahunan. Ekspor kendaraan utuh naik 7,7 persen menjadi 250.705 unit. Yang menonjol, ekspor komponen melonjak hingga 112 persen.

Menurut Putu, industri otomotif saat ini menopang lebih dari 1,5 juta tenaga kerja. Penguatan industri kecil dan menengah (IKM) serta peningkatan kualitas SDM menjadi faktor kunci menjaga daya saing di tengah peralihan teknologi.

GIIAS 2026 Jadi Barometer Minat Investasi

Pameran otomotif terbesar di Tanah Air yang memasuki edisi ke-33 ini diikuti lebih dari 65 merek otomotif dunia dan sekitar 150 perusahaan industri pendukung. Besarnya partisipasi itu menjadi sinyal bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi otomotif paling menarik di kawasan, terutama di tengah percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top