Pencarian

Balita di Karangasem Tersiram Air Panas di Dapur, Alami Luka Bakar 55 Persen dan Jalani Operasi Kedua di RSUD Klungkung

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:37:31 WIB
Balita di Karangasem Tersiram Air Panas di Dapur, Alami Luka Bakar 55 Persen dan Jalani Operasi Kedua di RSUD Klungkung
Balita korban luka bakar 55 persen menjalani perawatan intensif di Ruang Bakas RSUD Klungkung setelah tersiram air panas di dapur rumahnya di Karangasem.

KARANGASEM — Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini terjadi pada Jumat (24/7/2026). Pihak keluarga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Operasi Pertama Sudah Dilakukan, Besok Jadwal Lanjutan

Widiyasa menjelaskan bahwa dokter spesialis bedah plastik telah melakukan operasi pertama untuk membersihkan dan menangani jaringan kulit yang rusak. "Pasien masih dirawat di Ruang Bakas. Operasi pertama sudah dilakukan oleh dokter bedah plastik, dan besok, Jumat (31 Juli 2026), direncanakan kembali menjalani operasi lanjutan," kata Widiyasa saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Mengapa Luka Bakar 55 Persen Sangat Berbahaya?

Kondisi luka bakar seluas itu membutuhkan pengawasan ketat dari tim medis. Risiko komplikasi dan infeksi pada jaringan kulit sangat tinggi, terutama pada balita yang sistem imunnya belum sempurna. Tim dokter RSUD Klungkung telah menyiapkan langkah medis lanjutan untuk menekan risiko tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa area yang paling banyak mengalami luka berada di sisi kanan tubuh korban. "Pasien mengalami luka bakar seluas sekitar 55 persen dari total permukaan tubuh," ujar Widiyasa.

Kronologi: Kecelakaan di Dapur Rumah

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, peristiwa nahas itu terjadi saat korban berada di dapur dan tidak sengaja terkena air panas. "Saat kejadian korban berada di dapur dan tidak sengaja terkena air panas," ungkap Widiyasa menirukan informasi dari keluarga.

Hingga Kamis (30/7/2026), balita tersebut masih terbaring lemah di Ruang Bakas RSUD Klungkung dengan luka yang sudah terbalut perban. Kondisi pasien membutuhkan pemantauan intensif selama 24 jam penuh.

Bagikan
Sumber: denpasar.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks