Alva Sebut Kenaikan BBM Non-Subsidi Jadi Pemicu Baru Minat ke Motor Listrik, Target Jualan Dobel

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:26:01 WIB
Purbaja Pantja, Chief Marketing Officer Alva, menyampaikan pernyataan mengenai kenaikan BBM nonsubsidi sebagai pemicu baru minat masyarakat terhadap motor listrik di kawasan BSD City, Senin (3/8/2026).

BALIPT Alva Energi Indonesia tengah mengejar target pertumbuhan penjualan yang agresif di tengah perubahan perilaku konsumen otomotif roda dua. Purbaja Pantja, Chief Marketing Officer Alva, menyebut industri motor listrik mendapat perhatian baru setelah pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi beberapa waktu terakhir.

"Pada saat ada pembicaraan mengenai harga BBM dan akhirnya BBM non-pertalite mengalami perubahan, sepertinya itu juga memberikan perhatian lebih kepada industri motor listrik," ujarnya di kawasan BSD City, Senin (3/8/2026).

Meski mengakui adanya potensi lonjakan permintaan, Purbaja menegaskan pihaknya belum menghitung secara spesifik korelasi antara kenaikan BBM dan angka penjualan. Namun, tren positif pasar motor listrik dinilai sudah terbentuk sejak awal tahun, bukan hanya reaksi sesaat terhadap kebijakan harga energi.

Edukasi Konsumen dan Ragam Pilihan Produk Makin Matang

Faktor kedua yang mendorong adopsi adalah meningkatnya pemahaman publik tentang cara kerja kendaraan listrik. Masyarakat kini tidak lagi sekadar mengenal istilah motor listrik, tetapi mulai memahami skema biaya operasional harian dan keuntungan jangka panjang dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Produsen juga tak tinggal diam. Pilihan model di pasar semakin luas, baik dari sisi banderol harga maupun spesifikasi teknis. Konsumen punya alternatif lebih banyak untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Ekosistem Pengisian Daya dan Purna Jual Jadi Kunci Kepercayaan

Faktor keempat yang tak kalah krusial adalah tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Jaringan pengisian baterai yang kian tersebar, layanan purna jual yang mulai terstruktur, hingga dukungan penggunaan harian membuat calon pembeli lebih yakin untuk menjadikan motor listrik sebagai kendaraan utama.

Kepercayaan ini tercermin dari catatan penjualan Alva. Perusahaan mengklaim pertumbuhan volume pada 2024 ke 2025 mencapai lebih dari 50 persen. Tahun ini, targetnya jauh lebih tinggi.

"Kalau dilihat 2024 ke 2025 kami ada kenaikan lebih dari 50 persen secara volume. Jadi target kami sebenarnya di tahun ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," tutup Purbaja.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top