DENPASAR — Partai Hanura Bali resmi memulai langkah konsolidasi menuju Pemilu 2029 dengan melantik pengurus DPD dan DPC se-Bali di Denpasar pada Minggu (2/8). Prosesi pelantikan yang bertepatan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini menjadi titik awal penguatan mesin partai di Pulau Dewata setelah melalui pembenahan organisasi secara nasional.
Ketua DPD Partai Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni. Ia menyebut pengurus yang baru dilantik akan langsung bergerak memperkuat struktur hingga tingkat bawah, termasuk kesiapan administrasi menghadapi verifikasi administrasi dan faktual yang menjadi syarat peserta Pemilu 2029.
Logo Singa Jadi Simbol Semangat Baru Hanura Bali
Perubahan identitas partai menjadi sorotan dalam Rakerda kali ini. DPP Partai Hanura resmi mengganti logo partai dengan gambar Singa, yang disebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Parice Rio Capella sebagai simbol semangat baru.
"Hanura masih memiliki energi besar. Menjelang 2029 kami melakukan konsolidasi di seluruh Indonesia, mengganti lambang menjadi Singa sebagai simbol semangat baru untuk bertarung pada pemilu mendatang," ujar Rio Capella saat membuka Rakerda Hanura Bali.
Wirajaya menambahkan, logo baru tersebut mencerminkan keberanian, kepemimpinan, ketegasan, dan integritas yang diharapkan dimiliki seluruh kader. "Kami ingin memastikan Hanura Bali memiliki fondasi organisasi yang kuat. Yang lebih penting, Hanura harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," katanya.
Gubernur Koster Ingatkan Parpol Jangan Terjebak Politik Sensasi
Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam pelantikan tersebut mengingatkan seluruh partai politik di Bali agar tidak kehilangan substansi dalam berpolitik. Menurutnya, politik yang sehat adalah politik yang berfokus pada pendidikan politik dan kaderisasi, bukan sekadar kompetisi elektoral.
"Politik tidak boleh kehilangan substansi hanya karena mengejar sensasi. Partai politik tidak boleh larut dalam kompetisi elektoral semata, tetapi harus menjadi institusi pendidikan politik, penguatan kaderisasi, dan pengawal kepentingan rakyat," tegas Koster.
Koster juga mengajak partai politik menjaga demokrasi yang beretika dan berbudaya dengan mengedepankan nilai harmoni, gotong royong, serta musyawarah. Ia menilai pembangunan Bali harus berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru, sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan seiring pelestarian adat, budaya, dan lingkungan.
Hanura Bali Siap Jadi Mitra Konstruktif Pemprov
Wirajaya menegaskan partainya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menyebut komunikasi yang terjalin antara Hanura dan Pemprov Bali selama ini berjalan positif.
Hal senada disampaikan Rio Capella. "Kami dari DPP siap terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali demi kepentingan masyarakat Bali," ujarnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang terjalin antara Pemprov Bali dan Partai Hanura. "Selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Hanura se-Bali. Semoga mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat, menjaga integritas, memperkuat demokrasi, serta mengawal pembangunan Bali," pungkasnya.