DENPASAR — Enam perlombaan khas 17 Agustus diikuti puluhan penyandang disabilitas fisik di Denpasar, Bali, Sabtu lalu. Lomba makan kerupuk hingga estafet bendera sengaja dirancang bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai sarana terapi motorik bagi para peserta.
Koordinator Edukasi YPK Bali, Ni Wayan Wulan Aprilianti, mengatakan seluruh rangkaian lomba bertujuan menjalin kebersamaan dan solidaritas antar penerima layanan.
Para peserta yang merupakan anak-anak hingga dewasa ini mengikuti lomba makan kerupuk, merangkak mengambil mainan donat, kelereng, memasukkan pensil ke botol, estafet bendera, hingga merangkak mengambil bendera.
Setiap jenis perlombaan memiliki tujuan spesifik dalam melatih kemampuan fisik penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan terapi yang menyenangkan bagi para penerima layanan gratis di yayasan tersebut.
Bagus Bhibil, peserta berusia 15 tahun, mengaku baru pertama kali merasakan serunya lomba makan kerupuk dalam perayaan HUT RI. Ia berharap momentum kemerdekaan kali ini membawa Indonesia semakin maju dan makmur.
"Lombanya seru. Semoga Indonesia makin maju dan tidak ada lagi korupsi," kata Bhibil.
Senada dengan Bhibil, Bayu Dimas yang berusia 17 tahun juga baru pertama kali ikut serta setelah sebelumnya hanya menjadi penonton. "Kerupuknya tidak habis, tadi main cepat-cepat tapi seru," ujarnya.
Yayasan Peduli Kemanusiaan Bali tercatat memiliki total 237 penerima layanan, mulai dari bayi berusia satu tahun hingga lansia berusia 65 tahun. Layanan yang diberikan meliputi fisioterapi, kelas edukasi informal, kelas tangan dan kaki, keterampilan melukis tiup, musik, hingga paduan suara.
Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis kepada penyandang disabilitas fisik di Bali. Untuk menambah keceriaan, setiap peserta lomba mendapatkan kado berupa kebutuhan pokok dan bingkisan ringan lainnya.
Suasana kemerdekaan terlihat jelas dari atribut yang dikenakan para peserta, mulai dari pita merah putih di kepala, busana bernuansa nasional, hingga bendera merah putih yang mereka bawa sepanjang perlombaan.