Pencarian

WIKA Sambut Pengambilalihan Saham KCIC oleh Kemenkeu, Beban Keuangan Berkurang

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:04:31 WIB
WIKA Sambut Pengambilalihan Saham KCIC oleh Kemenkeu, Beban Keuangan Berkurang
WIKA menyambut positif rencana pengalihan 60 persen saham KCIC dari konsorsium BUMN ke Kementerian Keuangan.

BALI — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyambut positif rencana pengalihan 60 persen saham KCIC dari konsorsium BUMN ke Kementerian Keuangan. Langkah itu dinilai berpotensi mengurangi beban konsolidasi keuangan perseroan yang selama ini tertekan imbal hasil negatif proyek kereta cepat. Jika terealisasi tahun ini, WIKA berharap kinerja keuangannya membaik pada akhir 2026.

Direktur Keuangan WIKA Mulyadi menyatakan pengalihan kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada pemerintah akan berdampak positif bagi perseroan. Selama ini, investasi WIKA melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) membuat kinerja KCIC ikut tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan. Pemerintah sendiri masih memfinalisasi proses pengalihan 60 persen saham KCIC yang dipegang konsorsium BUMN, sementara 40 persen sisanya tetap di Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Return Negatif KCIC Tekan Ekuitas WIKA

Mulyadi mengungkapkan bahwa imbal hasil investasi proyek kereta cepat masih negatif. Kondisi itu membuat ekuitas WIKA terdampak karena perseroan memiliki kepentingan di PSBI. Dampaknya bukan hanya pada proyek kereta cepat, tetapi juga pada posisi keuangan salah satu BUMN konstruksi tersebut.

"Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah, ini memberikan dampak positif bagi WIKA. Jadi saat ini konsolidasi keuangan, WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke ekuitas negatif karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif," ujar Mulyadi dalam paparan publik WIKA secara virtual pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Konsolidasi Masuk ke Laporan Laba Rugi

Sebagai bagian dari pemegang saham PSBI, WIKA harus membukukan bagian kinerja KCIC dalam laporan laba rugi. Ketika KCIC mencatatkan return negatif, angka tersebut langsung menekan profitabilitas perseroan. Mulyadi menjelaskan posisi WIKA sebagai pemegang saham membuat dampak negatif itu masuk ke proses konsolidasi.

"Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif, sehingga di profit and loss WIKA, kinerja keuangan WIKA itu berdampak negatif atas konsolidasi kereta cepat," ungkapnya.

Harapan Perbaikan Kinerja Akhir 2026

Jika pengambilalihan saham KCIC oleh pemerintah terealisasi, Mulyadi optimistis kinerja keuangan WIKA akan membaik secara langsung maupun tidak langsung. Perseroan berharap proses tersebut rampung pada 2026 sehingga hasilnya terlihat pada akhir tahun.

"Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah, maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA. Dan mudah-mudahan pengambilalihan kereta cepat ini bisa terjadi juga di tahun 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan semakin bagus lagi," jelasnya.

Divestasi Aset Rp5,5 Triliun Jadi Andalan

Selain berharap pada pengalihan saham KCIC, WIKA menjalankan strategi restrukturisasi keuangan melalui divestasi aset secara bertahap hingga 2028. Perseroan menargetkan nilai divestasi sekitar Rp5,5 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan dan memenuhi kewajiban kepada kreditur.

PSBI sendiri merupakan kendaraan konsorsium BUMN Indonesia yang memegang 60 persen saham KCIC. Di dalamnya terdapat sejumlah perusahaan pelat merah, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero), WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan perusahaan lainnya.

Bagi WIKA, kepastian pengalihan saham KCIC menjadi kunci pemulihan kinerja keuangan. Tanpa perubahan struktur kepemilikan, tekanan dari konsolidasi kereta cepat akan terus membebani laporan keuangan perseroan di tengah upaya restrukturisasi yang tengah berjalan.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kuatbaca.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks