BALI — Berdasarkan pemeriksaan dan pemantauan di lapangan, dampak gempa terhadap fasilitas kepelabuhanan di NTT bervariasi. Di Pulau Flores, Pelabuhan Labuan Bajo dan Pelabuhan Ende Ippi sempat mengalami gangguan pasokan listrik atau blackout pada pagi hari kejadian. Namun, kedua pelabuhan tersebut kini telah kembali beroperasi normal dan melayani kapal penumpang maupun kapal barang, termasuk aktivitas bongkar muat.
Kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Waingapu, Kupang, dan Kalabahi. Ketiga pelabuhan ini hanya mengalami dampak ringan dan tidak ada gangguan signifikan terhadap operasional. Seluruh layanan di ketiga pelabuhan tersebut tetap berjalan normal sejak gempa terjadi.
Pelabuhan Maumere menjadi satu-satunya pelabuhan yang mengalami dampak paling signifikan. Sejumlah fasilitas terminal dan area olah gerak kapal di Dermaga 4 mengalami kerusakan. Dermaga yang melayani kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) dan penumpang itu untuk sementara belum dapat digunakan karena masih dalam proses pembersihan dan penanganan material.
Executive Director 3 Pelindo Wahyu Widodo mengatakan, proses penanganan dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk TNI AL, setelah tangga kapal terjatuh di area dermaga. Percepatan pembersihan dan pemeriksaan fasilitas terus dilakukan agar Dermaga 4 dapat kembali digunakan setelah seluruh aspek keselamatan dipastikan terpenuhi.
“Pelabuhan memiliki peran penting bagi konektivitas masyarakat dan distribusi logistik di NTT. Karena itu, kami terus memastikan layanan dapat berjalan dengan aman dan optimal. Khusus di Maumere, percepatan pemulihan terus kami lakukan bersama seluruh pihak terkait dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Wahyu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (16/8/2026).
Di tengah proses pemulihan Dermaga 4, layanan peti kemas di Pelabuhan Maumere tetap beroperasi normal. Hal ini menjadi kabar baik bagi kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan logistik bagi masyarakat di Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Pelindo terus memantau kondisi fasilitas kepelabuhanan di seluruh NTT dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi pascagempa.
“Kami mengapresiasi dukungan TNI/Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh pihak yang bersama-sama membantu proses penanganan pascagempa. Kami juga memohon pengertian para pengguna jasa apabila masih terdapat penyesuaian pelayanan di Pelabuhan Maumere,” ujar Wahyu.
“Pelindo akan terus mempercepat proses pemulihan agar layanan dapat segera kembali normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” lanjutnya.
Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban warga NTT yang terdampak gempa, bantuan dapat disalurkan melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT.