50.000 Paket Sembako dari Presiden Prabowo Dibawa Menteri PU Dody Hanggodo yang bertolak ke Labuan Bajo

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 00:58:31 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bertolak dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo untuk menyalurkan 50.000 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto bagi korban gempa di NTT.

JAKARTA — Bantuan 50.000 paket sembako amanah Presiden Prabowo Subianto dibawa langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores.

Menteri Dody dijadwalkan bertolak menuju NTT bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo, Sabtu (15/8/2026) malam.

Paket sembako itu rencananya disalurkan melalui Maumere, NTT, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah pusat memastikan penanganan bencana berjalan terpadu.

Rombongan turut diisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta perwakilan Pertamina — kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini bertujuan mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat dan pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak.

Menteri Dody telah menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Menteri Dody.

Di sektor jalan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi memantau dan menangani titik-titik longsoran pada ruas jalan nasional — teridentifikasi di tiga ruas, yakni Ruteng–Km 210 sebanyak tiga titik, Km 210–Batas Kabupaten Manggarai satu titik, serta Aegela–Batas Kota Ende sebanyak delapan titik. Loader dan excavator telah digerakkan ke titik-titik penanganan agar akses tetap fungsional.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II turut memeriksa infrastruktur sumber daya air, meliputi Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo — kondisi visual ketiganya dilaporkan baik, sementara pemeriksaan detail struktur masih berlangsung.

Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur turut ditangani BBWS Nusa Tenggara II; pemeriksaan awal menemukan kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutupi saluran sekunder.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan dampak gempa di NTT, sementara pendataan dan verifikasi kondisi jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, dan fasilitas publik lainnya masih berlangsung.

Gempa bumi terjadi Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7, pusat gempa sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang diakhiri BMKG pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka, dengan proses verifikasi dampak masih terus dilakukan di lapangan.

Reporter: Usman Harun
Back to top