DENPASAR — Antusiasme warga asing terhadap perayaan kemerdekaan Indonesia kembali terlihat di Bali. Sekitar sepuluh wisatawan mancanegara (wisman) terlihat membaur di tepi Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, untuk menyaksikan langsung jalannya upacara pengibaran bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8) pagi.
Mereka datang dengan berbagai persiapan. Sebagian memboyong keluarga dan anak-anak, tak sedikit yang sibuk mengabadikan momen pasukan pengibar bendera melalui kamera ponselnya. Di sela-sela terik matahari Denpasar, semangat mereka tak surut untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Salah satu wisman yang tampak menonjol adalah Keiran (31), turis asal Inggris. Ia sengaja berjalan kaki sendirian dari hotelnya menuju lapangan demi merasakan atmosfer hari bersejarah tersebut. Yang menarik, Keiran memilih mengenakan kaos merah dan celana putih—paduan warna yang identik dengan bendera Indonesia.
"Saya melihat benderanya dan berpikir ini cara yang baik untuk menunjukkan solidaritas dan usaha ikut merayakan. Meskipun setelah melihat yang lain memakai sarung dan atasan putih, saya merasa sedikit salah kostum, tapi ini cara saya untuk berusaha hadir," ujar Keiran kepada ANTARA di lokasi.
Keiran mengaku ingin merasakan pengalaman langsung menjadi bagian dari perayaan negara lain. "Ini adalah acara bersejarah, 81 tahun kemerdekaan, ini acara besar dan menyenangkan bisa menyaksikannya," katanya.
Di tengah liburan keliling Indonesia—dari Bukittinggi, Bali, hingga Lombok—Keiran mengaku terkesan dengan kekompakan parade Paskibraka Provinsi Bali. Ia menilai rasa nasionalisme warga lokal sangat tinggi, sebuah pemandangan yang jarang ia temui di negaranya.
"Meskipun saya bukan orang Indonesia, ada rasa bangga. Semua orang di sini terlihat sangat menyukai negara ini, yang merupakan sebuah kebanggaan. Parade-nya sangat bagus, dilakukan dengan sangat baik dan semua orang bekerja secara kompak," tuturnya.
Kehadiran spontan para turis asing ini mendapat respons positif dari Gubernur Bali Wayan Koster. Ia menilai momen tersebut menjadi nilai tambah bagi pariwisata daerah.
"Tentu saja bagus sekali melihat warga negara asing ikut memperingati 17 Agustus. Ini mempunyai daya tarik tersendiri," kata Koster menanggapi antusiasme wisman yang memadati area luar lapangan.
Semangat kebangsaan juga menyebar ke sektor perhotelan. Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyebut pihaknya telah mengimbau seluruh manajemen akomodasi untuk menggelar upacara bendera di lingkungan hotel masing-masing.
Imbauan itu pun membuahkan hasil. Banyak hotel yang melaksanakan apel bendera, dan para wisatawan yang menginap justru antusias untuk ikut serta membaur dalam kegiatan tersebut.
"Dari segi PHRI, kami memang mengimbau agar melakukan upacara bendera karena momen 81 tahun ini sangat spesial. Pihak hotel banyak yang melaksanakan, dan para wisatawan yang sudah diimbau juga ikut serta dalam apel di hotel. Mereka sangat mengagumi hal itu," ujar Suryawijaya.