Pencarian

Komdigi Temukan Banyak Paket Internet Belum Patuhi Putusan MK soal Kuota Tak Hangus

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 13:02:31 WIB
Komdigi Temukan Banyak Paket Internet Belum Patuhi Putusan MK soal Kuota Tak Hangus
Komdigi menemukan sejumlah paket internet Telkomsel, Indosat, dan XLSmart belum memberi perlindungan substantif terhadap sisa kuota pelanggan sesuai putusan MK.

BALI — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menemukan sejumlah paket internet dari Telkomsel, Indosat, dan XLSmart belum memberi perlindungan substantif terhadap sisa kuota pelanggan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Ketiga operator wajib melaporkan kepatuhan setiap bulan sejak 28 September 2026, dan rapat klarifikasi mengungkap mayoritas paket masih mengandalkan notifikasi masa aktif.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Komdigi Denny Setiawan menyatakan laporan pertama dari tiga operator seluler sudah diterima, tetapi isinya belum sepenuhnya memenuhi amanat putusan MK. Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSmart menyerahkan laporan kepatuhan paling lambat 28 September 2026, dengan kewajiban pembaruan tiap bulan.

Komdigi menilai mekanisme perlindungan yang berlaku saat ini masih bersifat preventif. Pelanggan diberi peringatan sebelum masa aktif habis, bukan diberi jalan agar sisa kuota tetap punya nilai ekonomi.

Rincian Temuan per Operator

XLSmart melaporkan memiliki 101 paket internet. Sebanyak 92 paket sudah memakai mekanisme rollover, terdiri dari 18 paket baru yang dirilis setelah putusan MK dan 74 paket lama. Sembilan paket sisanya masih mengandalkan penguatan informasi dan notifikasi.

Indosat melaporkan 94 paket internet, tetapi baru 23 paket yang menerapkan rollover. Sebanyak 71 paket lain memberi perlindungan lewat mekanisme berbeda, termasuk notifikasi pada H-7 dan H-2 sebelum masa paket berakhir.

Telkomsel memiliki 95 paket internet, dengan hanya 19 paket ber-rollover dan 76 paket lain masih memakai notifikasi masa berlaku serta sisa kuota. Komdigi juga mencatat pengembangan paket rollover Telkomsel mundur dari 28 September ke minggu pertama Oktober 2026 akibat kendala teknis.

Mengapa Notifikasi Dianggap Tidak Cukup

Denny menegaskan notifikasi tidak menyelesaikan persoalan sisa kuota yang belum terpakai. Menurutnya, pemberitahuan hanya mengingatkan pelanggan bahwa kuota akan berakhir tanpa memberi kompensasi apa pun.

"Dari laporan yang kami terima, secara umum ketiga operator sudah memperluas pilihan paket rollover. Namun, kami juga menemukan bahwa masih terdapat paket-paket non-rollover yang perlindungannya baru diberikan dalam bentuk notifikasi atau peringatan kepada pelanggan," kata Denny dalam konferensi pers di kantor Komdigi, Jakarta, Sabtu (3/10), melansir Detik.

Ia menjelaskan perlindungan harus bersifat substantif. Artinya, pelanggan tetap memperoleh manfaat ekonomi dari sisa kuota yang sudah dibeli, bukan sekadar tahu kapan kuota itu hangus.

"Notifikasi bukan solusi terhadap sisa kuota yang belum terpakai. Notifikasi hanya mengingatkan pelanggan bahwa kuotanya akan berakhir," ujarnya.

Langkah Komdigi Selanjutnya

Komdigi meminta sembilan paket XLSmart segera mendapat mekanisme perlindungan yang sesuai putusan MK. Permintaan serupa berlaku untuk 71 paket Indosat dan 76 paket Telkomsel yang masih mengandalkan notifikasi.

Pemerintah juga mendorong Telkomsel menuntaskan pengembangan paket rollover yang tertunda. Jadwal baru ditetapkan pada minggu pertama Oktober 2026, setelah sebelumnya dijanjikan rampung 28 September.

"Yang kami dorong adalah mekanisme yang memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk tetap memperoleh manfaat ekonomi dari kuota yang sudah mereka beli," lanjut Denny.

Evaluasi bulanan akan menjadi alat tekan Komdigi. Operator yang tidak menyesuaikan paketnya berisiko dinilai belum patuh, sementara pelanggan menunggu kepastian apakah sisa kuota mereka benar-benar bisa dialihkan ke periode berikutnya.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks