BALI — Langkah ini diambil setelah panel yang dibentuk sejak musim 2022-23 itu sebelumnya merahasiakan penilaian mereka, meski sering bocor ke klub. Dengan publikasi ini, suporter diharapkan mendapat pemahaman lebih baik tentang bagaimana keputusan di lapangan dievaluasi.
KMI Panel terdiri dari lima anggota: tiga mantan pemain dan pelatih, plus satu perwakilan masing-masing dari Premier League dan badan wasit Pro Ref. Setiap pekan, mereka membedah setiap insiden besar, mulai dari gol, penalti, hingga kartu merah.
Penilaian panel menggunakan suara mayoritas sederhana untuk menentukan apakah sebuah keputusan benar atau salah. Mereka tidak menilai seperti suporter atau manajer, melainkan berdasarkan hukum permainan dan ekspektasi Premier League terhadap cara pertandingan dipimpin.
Hasil penilaian ini juga menjadi dasar pembayaran bonus kinerja untuk wasit di akhir musim.
Selain dokumen panel, Premier League akan menerbitkan kutipan langsung dari wasit atau asisten wasit video (VAR) melalui akun Match Centre di X, situs resmi, dan aplikasi Premier League. Sebelumnya, akun tersebut hanya memuat ringkasan umum, bukan penjelasan real-time dari ofisial.
Perluasan penggunaan RefCam juga akan memungkinkan siaran audio antara wasit dan pemain untuk pertama kalinya. Audio ini tidak disiarkan langsung dan tidak mencakup percakapan wasit dengan VAR, tetapi akan digunakan satu atau dua kali dalam setiap rangkaian pertandingan.
Data penilaian musim lalu yang dilihat BBC Sport menunjukkan ada 25 kesalahan VAR, naik dari 18 pada musim 2024-25. Namun angka ini masih lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya: 31 kesalahan pada 2023-24 dan 38 kesalahan pada 2022-23.
Panel juga mempertimbangkan situasi yang tidak bisa ditinjau VAR, seperti kartu kuning kedua yang terlewat. Ada kalanya panel menyatakan wasit salah, tetapi VAR benar untuk tidak campur tangan karena ambang batas "clear and obvious" yang lebih tinggi.
Premier League dan Pro Ref masih dibatasi aturan International Football Association Board (Ifab) yang menolak siaran langsung diskusi VAR. Liga akan terus berdiskusi dengan Ifab untuk mengizinkan lebih banyak komunikasi VAR dibagikan ke publik.