DENPASAR — PPIT Bali dan CPFFC Yunnan menandatangani nota kesepahaman yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diikuti agenda konkret. Ketua Harian PPIT Bali, Agus Maha Usadha, menyebut kerja sama ini menjadi pondasi program berkelanjutan yang menyentuh sektor riil di masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kami sudah sepakat untuk memperluas ruang kerja sama secara terintegrasi, termasuk program beasiswa dan kerja sama antarkampus,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (12/8).
Fase Ketiga Proyek Pertanian: Target 1.000 Penerima Manfaat dan Kafe Desa
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program “Heart to Heart, Yunnan Journey” yang mulai berjalan di Indonesia pada 2024. Fokusnya mencakup donasi bibit padi organik, pelatihan teknologi penanaman, hingga pengembangan infrastruktur pariwisata pedesaan.
Vice Chairman CPFFC Yunnan, Ms. Wang Yu, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 orang. Pendapatan tahunan penerima manfaat diklaim naik rata-rata di atas 20 persen.
“Fase ketiga yang diluncurkan hari ini merupakan peningkatan menuju transformasi energi baru. Kami merasakan ketekunan masyarakat Bali, yang memperkuat keyakinan kami untuk memperdalam kerja sama,” kata Wang Yu.
Beasiswa Kampus dan Teknologi Pertanian Digital Jadi Prioritas
Dalam pertemuan lanjutan, kedua pihak menyepakati sejumlah program yang langsung dieksekusi. PPIT Bali telah mengirim pengurusnya untuk mengikuti seminar dan kunjungan ke perkebunan kopi modern serta manajemen agribisnis di Yunnan pada September 2026.
Di bidang pendidikan, kolaborasi akan dijalin antara fakultas pertanian dan pariwisata di kampus Bali dengan universitas di Yunnan. Program beasiswa menjadi salah satu skema yang disiapkan ke depan.
Sektor perdagangan juga masuk agenda, khususnya peluang teknologi pertanian dan mesin pertanian berbasis digital. Akses pasar produk unggulan Bali ke Provinsi Yunnan menjadi target utama.
Jembatan Investasi dan Diplomasi Antarmasyarakat
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang investasi dan promosi budaya Bali ke pasar Tiongkok. Wang Yu menambahkan, CPFFC Yunnan telah memfasilitasi 119 hubungan kota kembar antara Yunnan dan 39 negara.
“Selama empat tahun, kami menjalankan 187 proyek kesejahteraan masyarakat di 24 negara yang bermanfaat bagi hampir 4,6 juta orang,” jelasnya.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali dan Konsulat Jenderal RRT di Bali. Agus berharap kolaborasi ini mendekatkan harapan untuk suksesnya program pertanian dan fasilitas penerangan ramah energi di Bali.