GIANYAR — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menanam bibit bawang putih di lahan seluas 30 are milik Kelompok Susbal Kumba. Kegiatan ini berlangsung di Banjar Kelodan, Tampaksiring, dan terhubung daring dengan lokasi utama di Sembalun, Lombok Timur, NTB.
“Bagus sekali aksi ini. Saya tentu mendukung,” ujar Koster di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, penguatan produksi bawang putih menjadi prioritas utama untuk mewujudkan swasembada pangan di tingkat daerah.
Gerakan yang diinisiasi Polri ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penanaman bawang putih serentak di lahan terluas. Total lahan yang ditanami mencapai 279,53 hektare, tersebar di 17 wilayah Polda.
Dari luasan tersebut, panen diproyeksikan mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih. Polri juga mengidentifikasi potensi pengembangan hingga 2.593,1 hektare di masa mendatang.
Di Sembalun sendiri, luas pertanaman melonjak drastis. Dari hanya 15 hektare pada 2025 menjadi 534 hektare saat ini.
Polri menggandeng kelompok tani untuk mengembangkan varietas bibit unggul seperti Sangga Sembalun dan Lumbu Putih. Kedua varietas ini mampu beradaptasi di wilayah dengan ketinggian di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pemerintah turut menyediakan sarana produksi dan infrastruktur pendukung. Bantuan tersebut meliputi 90 unit traktor, baik tangan maupun roda empat, serta pompa air tenaga surya.
Selain itu, petani mendapat belasan ton pupuk. Pemerintah juga membangun gudang berkapasitas 300 ton senilai Rp1,4 miliar untuk menyimpan hasil panen.
Hasil panen nantinya akan diserap oleh Bulog. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga pasar. Sebagian hasil juga bisa digunakan kembali sebagai benih berkualitas untuk musim tanam berikutnya.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengembangan bawang putih dalam negeri merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini bertujuan menekan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Acara puncak di Sembalun turut dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Bagi Provinsi Bali, sinergi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dari hasil pertanian dalam negeri sendiri. Sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di tingkat daerah.