BALI — EVOS Divine memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan situasi yang jauh dari ideal. Tim yang pernah merasakan gelar juara dunia ini harus kehilangan dua pilar utamanya, Reyy dan Rasyah, yang memilih rehat tepat sebelum kompetisi regional bergulir. Keputusan tersebut memaksa manajemen tim mencari pengganti dalam waktu yang relatif singkat.
Dua nama resmi bergabung: Ikal yang dipinjam dari Dewa United Horus, dan FaizMKS yang sebelumnya sempat membela Bigetron di ajang EWC. Keduanya bukan wajah baru di scene kompetitif Free Fire Indonesia, tapi pertanyaannya kini bergeser pada seberapa cepat mereka bisa menyatu dengan skema permainan EVOS Divine.
Bursa Rumor: Tawaran Rp50 Juta untuk Rasyah, Reyy Jadi Buruan Utama
Kepergian Rasyah ternyata tidak lepas dari kabar ketertarikan tim lain. Rumor yang beredar menyebut ada satu atau lebih tim Free Fire Indonesia yang siap membayar Rp50 juta per bulan plus fasilitas tambahan berupa sesi go-kart dua kali seminggu untuk mengamankan jasanya.
Menariknya, EVOS dikabarkan tetap menahan Rasyah meski tawaran tersebut terdengar menggiurkan. Alasan di balik keputusan itu belum terungkap ke publik. Sementara itu, Reyy disebut-sebut menjadi komoditas paling panas di bursa transfer Free Fire Indonesia, meski status dan rencana jangka panjangnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait.
FaizMKS dan Kebiasaan yang Jadi Sorotan
FaizMKS didatangkan untuk mengisi peran sniper yang sebelumnya banyak dijalankan Rasyah. Pengalamannya di panggung internasional bersama Bigetron menjadi modal utama, tapi ada satu hal yang menarik perhatian: kebiasaannya di luar jam latihan.
Menurut kabar yang beredar, FaizMKS disebut lebih memilih langsung istirahat dan pulang begitu sesi latihan tim selesai. Hal ini berbeda dengan kebanyakan pemain lain yang biasanya masih meluangkan waktu untuk ranked atau latihan tambahan. Rumor ini juga dikaitkan dengan alasan Bigetron tidak mempertahankannya, dengan menyebut nama Coach Chrisjo sebagai pihak yang menilai gaya komunikasi dan permainan FaizMKS kurang cocok saat itu.
Perlu dicatat, informasi ini murni rumor yang belum terkonfirmasi. Tidak ada klarifikasi resmi dari pihak Bigetron maupun FaizMKS sendiri soal kebenaran kabar tersebut.
Hasil Scrim Jadi Alarm, Tapi Belum Final
Tantangan terbesar EVOS Divine saat ini sederhana: waktu adaptasi yang sangat mepet. Hasil scrim awal dikabarkan kurang meyakinkan, dengan tim lebih sering berada di papan bawah klasemen. Jika hasil ini dibiarkan berlanjut, posisi EVOS Divine justru lebih dekat ke zona degradasi ketimbang kandidat juara.
Scrim memang jarang menjadi cerminan sempurna dari kekuatan asli sebuah tim. Banyak skuad sengaja menyembunyikan strategi dan bereksperimen di fase ini. Tapi jika tren tersebut berlanjut sampai pertandingan resmi, ini jelas menjadi alarm serius bagi EVOS Fams.
Grup C: Langsung Berhadapan dengan Wajah Familiar
EVOS Divine tergabung di Grup C bersama ONIC dan MBR Omega. Rotasi pertandingan awal mereka akan diwarnai tim-tim yang sudah saling mengenal gaya permainan masing-masing. Ini bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan, tergantung seberapa cepat Ikal dan FaizMKS beradaptasi dengan ritme kompetisi resmi.
Ikal dan FaizMKS bukan pemain tanpa jam terbang. Pengalaman keduanya di panggung internasional tetap menjadi modal untuk membangun chemistry secepat mungkin. Musim ini bisa berjalan dua arah untuk EVOS Divine: jadi cerita kebangkitan yang mengejutkan, atau justru ujian nyata soal seberapa besar dampak kehilangan Reyy dan Rasyah terhadap fondasi tim.