BALI — Kiprah Komunitas Alien Mangrove dalam merawat pesisir Kutai Timur tidak berjalan sendiri. Di balik kesuksesan mereka, ada peran pembinaan dari PAMA Jobsite KPCS yang memastikan kegiatan konservasi berjalan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial penanaman.
Manajemen PAMA secara berkala melakukan monitoring ke pusat pembibitan yang dikelola komunitas. Kunjungan ini bertujuan memastikan proses pembibitan berjalan sehat dan pasokan bibit siap tanam terus terjaga sepanjang tahun.
Pusat pembibitan yang dikelola Komunitas Alien Mangrove memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 bibit per tahun. Bibit-bibit tersebut kemudian disalurkan untuk kegiatan penanaman di berbagai wilayah pesisir Kutai Timur.
Penanaman dilakukan secara gotong royong melibatkan komunitas, perusahaan, dan pemerintah daerah. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting agar upaya restorasi mangrove tidak berhenti pada tahap tanam, tetapi berlanjut ke pemeliharaan dan pemantauan ekosistem.
“Bagi kami, keberadaan pusat pembibitan ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. PAMA terus mendorong agar komunitas memiliki kapasitas dan kemandirian dalam mengembangkan kegiatan konservasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar manajemen PAMA dalam keterangannya, Rabu (19/8).
Dedikasi Faisal, Ketua Komunitas Alien Mangrove, dalam menjaga lingkungan mendapat pengakuan resmi. Ia dianugerahi penghargaan Kalpataru Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 atas kontribusinya di bidang konservasi mangrove dan terumbu karang.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga motivasi bagi komunitas untuk terus memperluas dampak kegiatannya. Konsistensi Faisal dan rekan-rekannya membuktikan bahwa upaya akar rumput mampu menghasilkan perubahan nyata bagi kelestarian lingkungan.
Melalui pembinaan terhadap Komunitas Alien Mangrove, PAMA KPCS menegaskan komitmennya mendukung inisiatif masyarakat yang berdampak positif bagi lingkungan. Perusahaan berharap kolaborasi multipihak ini dapat memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kutai Timur.
Ke depan, keberlanjutan program menjadi fokus utama. Dengan kapasitas pembibitan yang terus dijaga dan dukungan pendampingan dari korporasi, upaya konservasi mangrove diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi pesisir sekaligus menumbuhkan kesadaran partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.