BALI — Antrean warga terlihat mengular sejak pagi di area Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Mereka datang membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya untuk menukarkan haknya membeli paket sembako murah dalam rangka perayaan kemerdekaan ke-81 RI.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo turun langsung menyerahkan paket secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Paket yang disiapkan berjumlah 5.000 unit, menyasar warga yang membutuhkan di Palangka Raya dan sekitarnya.
Isi Paket dan Selisih Harga yang Ditawarkan
Setiap paket berisi bahan pokok utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Pemprov juga menyediakan tabung LPG 3 kg yang selama ini kerap langka di pasaran. Harga jualnya sengaja ditekan di bawah harga eceran normal, sehingga meringankan beban belanja harian warga.
Kebijakan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah terhadap fluktuasi harga pangan yang kerap naik menjelang perayaan hari besar. Dengan harga terjangkau, daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah tetap terjaga di tengah tekanan inflasi.
Mengapa Operasi Pasar Digelar di Kantor Gubernur?
Pemilihan lokasi di kantor gubernur bukan tanpa alasan. Titik ini mudah diakses transportasi umum dan berada di pusat kota, memudahkan warga dari berbagai kecamatan untuk menjangkau. Selain itu, momen HUT RI sengaja dipilih agar semangat kemerdekaan terasa nyata melalui kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Kegiatan ini juga melibatkan Bulog selaku penyedia stok beras dan perusahaan daerah yang mengelola distribusi LPG. Sinergi ini memastikan pasokan barang aman hingga acara selesai, tidak ada kelangkaan di lapangan.
Antisipasi Dampak dan Rencana Keberlanjutan
Pemprov Kalteng tidak berhenti di acara seremonial ini. Agustiar Sabran dikabarkan akan mengevaluasi hasil operasi pasar untuk menentukan apakah skema serupa perlu diulang secara berkala, terutama menjelang akhir tahun saat permintaan pangan meningkat.
Jika animo masyarakat tinggi dan distribusi berjalan lancar, bukan tidak mungkin pasar murah ini dijadikan program rutin bulanan. Pemprov juga akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kuota LPG 3 kg di wilayah Kalteng tercukupi, mengingat komoditas ini menjadi primadona bagi usaha mikro dan rumah tangga.
Operasi pasar ini setidaknya memberi napas lega bagi warga seperti Siti Rahmah, seorang pedagang kecil di Pasar Besar Palangka Raya, yang mengaku bisa berhemat hingga puluhan ribu rupiah dari pembelian paket hari ini. Hemat itu, kata dia, cukup berarti untuk menambah porsi belanja lauk di rumah.