BALI — Thrive Capital, firma investasi asal New York yang dikenal tertutup, akhirnya membuka kartunya. Dalam surat investor perdana yang bocor ke Bloomberg, Kushner menyebut peluang di sektor AI sangat besar, namun ia memperingatkan agar kegembiraan itu tidak mengendurkan disiplin investasi.
"Sulit untuk melebih-lebihkan besarnya peluang ini," tulis Kushner dalam surat tersebut. "Namun, akan menjadi kesalahan besar jika kita membiarkan kegembiraan melemahkan disiplin investasi kita. Khususnya di Silicon Valley, industri ini bisa terpaku pada perubahan teknologi yang hiper-incremental, bukan pada arah akhir teknologi itu berkembang."
Strategi Berbeda dari Arus Utama
Pernyataan Kushner secara langsung menantang filosofi populer di Silicon Valley yang dikenal sebagai model "outlier", yang dipopulerkan oleh Marc Andreessen dari Andreessen Horowitz. Model ini mengandalkan banyak taruhan kecil dengan harapan beberapa di antaranya menjadi pemenang besar yang menutup seluruh kerugian.
Thrive Capital justru mengambil jalur sebaliknya. Bloomberg memperkirakan sekitar 90 persen modal firma ini dialokasikan ke 15 investasi teratas di setiap dana kelolaannya. Kushner menyebut pendekatan ini sebagai wujud kemandirian berpikir.
"Kami independen karena pasar bergerak di antara rasa takut dan antusiasme, dan keduanya bukanlah pengganti penilaian," tulisnya.
Kemitraan Strategis dengan OpenAI
Strategi konsentrasi ini paling terlihat dari hubungan erat Thrive dengan OpenAI. Firma ini merupakan investor besar di laboratorium AI tersebut. Bahkan pada Desember 2025, peran mereka sempat bertukar ketika OpenAI mengambil kepemilikan saham di Thrive Holdings, perusahaan spinout yang khusus mengakuisisi perusahaan dan memberinya "makeover" AI.
Thrive Holdings tercatat telah membeli lebih dari 70 perusahaan dan memiliki tim berisi 35 insinyur. Kushner mengklaim platform akuntansi mereka menggunakan agen AI untuk menghasilkan laporan pajak 30 persen lebih cepat dengan akurasi 98 persen. Perusahaan layanan TI miliknya juga disebut mampu menyelesaikan setengah dari tiket help desk secara mandiri melalui agen AI.
Kinerja Moncer di Tengah Kritik
Terlepas dari kritiknya, strategi Thrive terbukti menguntungkan. Dana tahap awal senilai USD 516 juta yang dikumpulkan pada 2022—dengan taruhan awal di OpenAI, Anduril, dan SpaceX—kini bernilai lebih dari USD 3,7 miliar per akhir Juni. Thrive juga tercatat memiliki saham besar di Cursor, perusahaan coding AI yang baru saja diakuisisi SpaceX.
Portofolio lain yang tak kalah mentereng termasuk Wiz, Ramp, dan Stripe. Firma ini juga memimpin pendanaan awal untuk laboratorium AI baru seperti Essential AI, yang didirikan oleh Ashish Vaswani, penulis utama makalah "Transformers" yang menjadi fondasi industri AI saat ini.
Secara keseluruhan, Thrive Capital mengelola aset senilai USD 60 miliar. Kushner melaporkan tingkat pengembalian internal (IRR) bruto sebesar 41 persen dan IRR bersih 33 persen. Dalam 12 bulan terakhir saja, firma ini telah mengembalikan lebih dari USD 1 miliar likuiditas kepada investornya.
Dua Pendekatan yang Sama-Sama Cuan
Menariknya, kedua pendekatan ini sama-sama menghasilkan uang. Andreessen Horowitz tercatat mengembalikan USD 25 miliar kepada investornya antara 2009 dan 2025. Namun, Kushner menilai model konsentrasi modal yang ia jalankan mungkin tidak bisa ditiru semua orang.
Perlu dicatat, Kushner adalah putra dari keluarga pengembang properti miliarder di New York. Akses dan koneksi semacam ini tidak dimiliki oleh pendiri dana ventura pemula yang lebih kecil. Meski begitu, kritiknya tentang pasar AI yang terlalu panas di Silicon Valley tetap relevan.
"Tidak semua bisnis yang tumbuh cepat itu luar biasa," tulis Kushner, mengingatkan bahwa pertumbuhan semata bukanlah jaminan kualitas investasi.