BADUNG — Anthony Susanto menjadi satu-satunya petenis di Grup A yang belum terkalahkan setelah memenangi tiga pertandingan beruntun. Hasil ini sekaligus memperbesar peluangnya untuk lolos sebagai juara grup jelang laga pamungkas melawan Aarjun Pandit.
Kemenangan atas Dembo diraih Anthony dalam tempo satu jam 38 menit. Meski sempat tertinggal 1-3 di set pertama, ia mampu membalikkan keadaan dan mengamankan set pembuka. Pada set kedua, petenis Indonesia itu mengubah strategi dengan memaksakan reli panjang untuk menguras tenaga lawan.
"Saya sempat tertinggal 1-3 di set pertama, tetapi kemudian bisa mengubah permainan, menyamakan kedudukan dan mengambil set pertama. Pada set kedua saya mencoba mempertahankan reli panjang untuk membuat lawan lebih terkuras," kata Anthony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kemenangan ini membuat posisi Anthony di puncak klasemen Grup A semakin kokoh. Ia kini mengoleksi tiga kemenangan tanpa kekalahan, unggul atas para pesaingnya di grup.
Pada pertandingan terakhir penyisihan grup, Anthony akan berhadapan dengan Aarjun Pandit. Peluang Anthony untuk menjadi juara grup semakin terbuka setelah Pandit sebelumnya menelan kekalahan dari Gautam S. Venkatraman.
Hasil tersebut membuat persaingan di Grup A menguntungkan bagi petenis tuan rumah. Anthony hanya membutuhkan hasil imbang atau kekalahan tipis untuk memastikan posisi puncak klasemen, tergantung pada perhitungan selisih set dan game.
UTR PTT Amman Men's World Tennis Championship 2026 diikuti 20 petenis dari sembilan negara. Turnamen yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, ini menawarkan total hadiah 20.000 dolar AS bagi para peserta.
Kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian turnamen tenis profesional yang digelar di Indonesia, sekaligus ajang bagi petenis lokal untuk mengukur kemampuan melawan pemain internasional. Keberhasilan Anthony menembus semifinal menjadi pencapaian positif bagi tenis Indonesia di kancah regional.