BMKG Rilis Prakiraan Curah Hujan Dasarian Terbaru, Ini Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:08:31 WIB
Hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi secara lokal di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

BALI — BMKG merilis analisis dinamika atmosfer terbaru yang menunjukkan mayoritas wilayah Indonesia masih berada dalam periode kering. Berdasarkan data yang diumumkan Senin (17/8), curah hujan secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 mm per dasarian (periode 10 hari) selama Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026.

Wilayah dengan Curah Hujan Rendah Masih Mendominasi

Sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua berpotensi mengalami curah hujan di bawah 50 mm per dasarian. Kondisi ini menandakan ketersediaan air hujan masih terbatas dalam beberapa pekan ke depan.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian ke depan," ungkap BMKG di laman resminya.

Faktor Pemicu: El Nino Kuat dan IOD Positif

BMKG mengaitkan kondisi kering ini dengan El Nino yang berada pada intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena global ini secara umum mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia sekaligus mempertahankan atmosfer yang relatif kering.

Meski demikian, BMKG menegaskan pengaruh kedua fenomena tersebut tidak seragam di seluruh wilayah. Dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah titik.

Potensi Hujan Sedang-Lebat Hari Ini

Meski mayoritas wilayah kering, BMKG mencatat tidak ada wilayah yang berstatus Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini, Kamis (20/8). Namun, sejumlah daerah tetap berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam skala lokal.

Faktor pemicunya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi berada di sebagian besar Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian barat dan utara dalam sepekan ke depan. Gelombang Kelvin juga aktif di sebagian besar Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan, sementara Gelombang Rossby berpotensi bergerak di Kalimantan bagian utara dan timur.

"Aktivitas gelombang tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, terutama pada wilayah yang didukung oleh konvergensi angin, kelembapan, dan labilitas atmosfer lokal," kata BMKG.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

BMKG tidak merinci daftar wilayah secara spesifik dalam pengumuman resmi yang sama, namun menekankan potensi hujan terjadi secara tidak merata. Wilayah yang berada di dekat area aktif gelombang atmosfer memiliki peluang lebih besar mengalami hujan lokal.

Implikasi untuk Bisnis dan Pengguna Aplikasi Cuaca

Bagi pelaku bisnis digital yang bergantung pada logistik atau transportasi, prakiraan ini menjadi sinyal untuk memantau data cuaca real-time melalui aplikasi seperti BMKG Info. Meski tren umum masih kering, potensi hujan lokal tetap bisa mengganggu rute pengiriman di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku industri untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah cepat dalam skala harian.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top