3.127 Kucing, Anjing, dan Musang di Jakarta Pusat Sudah Disuntik Vaksin Rabies Sepanjang 2026

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:05:01 WIB
Petugas menyuntikkan vaksin rabies kepada kucing dalam program vaksinasi gratis di Jakarta Pusat.

BALI — Jakarta Pusat kembali menunjukkan keseriusannya dalam menekan risiko penularan rabies dari hewan peliharaan ke manusia. Sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2026, Sudin KPKP Jakarta Pusat telah menyuntikkan vaksin rabies ke ribuan hewan di delapan kecamatan.

Kepala Seksi Peternakan dan Kedokteran Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat, Syafri Edwar, merinci komposisi hewan yang telah menerima vaksin. Dari total 3.127 ekor, kucing mendominasi dengan jumlah 2.566 ekor. Sisanya adalah 540 anjing, 16 kera, dan lima musang.

Dominasi Kucing dan Target Hingga Akhir Tahun

Tingginya angka vaksinasi pada kucing sejalan dengan populasi hewan tersebut yang paling banyak dipelihara warga di permukiman padat. Namun, perhatian juga diberikan pada anjing dan hewan eksotis seperti musang yang kerap dijadikan hewan peliharaan alternatif.

“Sebanyak 3.127 HPR yang telah divaksin rabies tersebut terdiri dari 2.566 kucing, 540 anjing, 16 kera dan lima musang,” ujar Syafri, Jumat (21/8/2026).

Pelayanan vaksinasi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Warga yang memiliki hewan peliharaan di wilayah Jakarta Pusat masih bisa mengakses layanan ini secara bertahap hingga Desember 2026.

Mengapa Vaksinasi Ini Penting?

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang fatal jika tidak ditangani cepat. Begitu gejala klinis muncul pada manusia, angka kematiannya hampir pasti. Oleh karena itu, vaksinasi massal pada hewan penular rabies adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan sebelum virus sampai ke manusia.

Program ini menyasar delapan kecamatan di Jakarta Pusat, mulai dari kawasan padat penduduk seperti Tanah Abang hingga wilayah pemukiman kelas menengah di Menteng. Dengan cakupan yang merata, diharapkan kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan dapat terbentuk.

Bagi warga yang ingin memvaksin hewan peliharaannya, koordinasi dengan kelurahan atau puskesmas hewan setempat menjadi langkah awal yang disarankan. Kesadaran pemilik hewan untuk rutin membawa peliharaannya ke pos vaksinasi sangat menentukan keberhasilan program ini.

Status Jakarta sebagai daerah bebas rabies bukanlah tanpa tantangan. Mobilitas penduduk yang tinggi dari dan ke wilayah penyebar rabies di Pulau Jawa menjadi celah masuknya virus. Vaksinasi massal ini adalah tameng utama untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) yang pernah terjadi di daerah lain.

Dengan target vaksinasi yang berjalan hingga akhir tahun, Sudin KPKP Jakarta Pusat optimistis seluruh populasi HPR yang terjangkau bisa mendapatkan perlindungan. Langkah preventif ini jauh lebih murah dan aman dibandingkan menangani dampak gigitan hewan rabies yang berujung pada pengobatan mahal atau bahkan kematian.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top