MANGUPURA — Langkah OSL Indonesia ini menjadi sinyal penguatan persaingan di industri aset kripto Tanah Air yang tengah tumbuh pesat. Dengan mengusung slogan "Empowered by Global Compliance," perusahaan yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu berpijak pada tiga nilai utama: Global, Compliant, dan Empowering.
Direktur Utama OSL Indonesia, Ivan Arilito, menyebut transformasi identitas ini merupakan wujud dedikasi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang didukung kapabilitas internasional. Ia menambahkan, kepatuhan regulasi yang ketat serta edukasi bagi pengguna menjadi fondasi utama dalam setiap langkah bisnis perusahaan.
Layanan Unggulan dan Inovasi Tokenisasi Aset
Untuk menjawab kebutuhan pasar yang dinamis, OSL Indonesia menyiapkan sejumlah layanan baru. Salah satunya adalah fitur Quick Trade/RFQ yang memungkinkan pengguna melakukan eksekusi perdagangan secara cepat dengan akses layanan 24 jam nonstop.
Perusahaan juga mulai melirik perkembangan teknologi tokenisasi aset. Ivan menilai inovasi ini dapat memperluas pemanfaatan aset digital ke dalam ekosistem finansial yang lebih luas, tidak hanya sekadar perdagangan kripto biasa.
Hadirkan USDGO, Stablecoin Berbasis Dana Likuiditas Global
Dalam peluncuran ini, OSL Indonesia juga memperkenalkan USDGO sebagai salah satu pilihan aset digital di platformnya. Berdasarkan informasi transparansi yang dirilis, aset ini memiliki nilai tukar 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
USDGO disebut berbasis pada aset distribusi dari JPMorgan OnChain Liquidity-Token Money Market Fund serta BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund. Kehadiran stablecoin ini diharapkan memberikan alternatif bagi pengguna yang mencari stabilitas nilai di tengah fluktuasi pasar kripto.
Potensi Ekonomi Digital Indonesia dan Risiko yang Melekat
CFO ICEx, Rizky Indraprasto, menyoroti peran platform pertukaran dalam mendukung pertumbuhan ekosistem aset keuangan digital di Indonesia. Menurutnya, sektor kripto merupakan salah satu yang berkembang paling pesat, namun pertumbuhan tersebut harus diimbangi tata kelola dan manajemen risiko yang baik.
"Tentunya, pertumbuhan tersebut perlu disertai dengan tata kelola dan manajemen risiko yang baik," ujar Rizky.
Senada, Ivan Arilito menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya di pasar Indonesia. "Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa. Kami meyakini bahwa inovasi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika dibangun di atas fondasi kepatuhan, kepercayaan, dan edukasi yang kokoh," tambahnya.
Di tengah optimisme tersebut, OSL Indonesia mengingatkan publik bahwa perdagangan aset digital memiliki risiko yang tidak kecil. Mulai dari fluktuasi harga yang ekstrem, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, hingga perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi nilai investasi.
Perusahaan menyarankan agar setiap pengguna memahami karakteristik aset yang diperdagangkan, melakukan riset mandiri, dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.