Virus Zika Terdeteksi di Travel Advisory CDC, Dinkes Bali Pastikan Nihil Kasus dan Perketat Surveilans

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:51:31 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan tidak terdapat kasus Zika terkonfirmasi di wilayahnya.

DENPASAR — Dinas Kesehatan Provinsi Bali menegaskan tidak ada satu pun kasus Zika yang terkonfirmasi di Pulau Dewata. Pernyataan ini menjawab laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat yang menerbitkan peringatan perjalanan level 2 terkait peningkatan kasus Zika di Bali.

Berdasarkan data surveilans rutin yang dihimpun dari Dinkes kabupaten/kota serta rumah sakit, tidak ditemukan indikasi penularan lokal. Meski nihil, Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Kesehatan RI menjadikan peringatan global itu sebagai bahan evaluasi dan penguatan deteksi.

Gejala Mirip DBD, Waktu Inkubasi 3-14 Hari

Kepala Dinkes Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., menjelaskan virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Vektor yang sama juga menjadi penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah tropis.

Gejala yang muncul antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah, dan sakit kepala. Masa inkubasinya berlangsung sekitar 3-14 hari dengan durasi sakit umumnya 4-7 hari, sehingga sering kali luput dari deteksi awal.

Pencegahan untuk Warga dan Wisatawan

Dinkes Bali mengimbau masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebersihan lingkungan di dalam dan sekitar rumah menjadi kunci utama memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.

Gerakan 3M Plus kembali digencarkan, meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Penggunaan losion antinyamuk, kelambu, serta obat antinyamuk lain juga disarankan sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Warga Diminta Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan

Masyarakat yang mengalami gejala mengarah pada Zika diminta tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

Sebagai langkah antisipasi berkelanjutan, Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Provinsi Bali memperkuat sistem kewaspadaan dini. Penguatan ini mencakup koordinasi lintas sektor dan pemantauan ketat terhadap laporan kasus dari fasilitas kesehatan di seluruh Bali.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top