Pencarian

Dinkes Badung Klaim Waktu Tanggap Darurat Kesehatan Turun Jadi 10-14 Menit Lewat Aplikasi Badung Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:38:02 WIB
Dinkes Badung Klaim Waktu Tanggap Darurat Kesehatan Turun Jadi 10-14 Menit Lewat Aplikasi Badung Sehat
Petugas menunjukkan aplikasi Badung Sehat yang mengintegrasikan layanan kesehatan darurat di Kabupaten Badung, Bali.

BADUNG — Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, memperkuat layanan kesehatan terintegrasi melalui aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam bagi warga dan wisatawan. Penguatan ini menyusul tingginya arus kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026 melalui Bandara Ngurah Rai.

BADUNG — Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, memperkuat layanan kesehatan terintegrasi melalui aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam bagi warga dan wisatawan. Penguatan ini menyusul tingginya arus kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026 melalui Bandara Ngurah Rai.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, Bagus Padma Puspita, menyatakan langkah ini diambil untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayahnya. “Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami,” ujarnya di Mangupura, Senin.

Waktu Tanggap Darurat Dipangkas Hingga Setengahnya

Salah satu klaim utama dari sistem ini adalah efisiensi respons kegawatdaruratan. Integrasi sistem memungkinkan petugas mengarahkan armada ambulans terdekat ke lokasi kejadian.

“Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, saat ini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit,” jelas Bagus Padma Puspita. Armada ambulans tersebut tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis.

Fitur Telemedicine hingga Info Donor Darah

Badung Sehat tidak hanya berfokus pada layanan darurat. Aplikasi ini juga menyediakan fitur telemedicine untuk konsultasi dokter, layanan ambulans non-darurat, hingga home care.

Masyarakat dapat mengakses informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah melalui aplikasi tersebut. Selain itu, tersedia kanal pengaduan masyarakat serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Visi Pariwisata Berkualitas dan Pengawasan Faskes

Penguatan layanan digital ini berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) serta praktik pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Badung untuk mewujudkan pariwisata berkualitas.

“Jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan,” ungkap dia. Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, sehingga tingginya arus kunjungan menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks