KLUNGKUNG — Ratusan jam pencarian berakhir tanpa hasil. Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian Ni Nyoman Selir (79), warga lanjut usia asal Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, pada Minggu (30/8/2026) siang. Keputusan tersebut diambil setelah rapat evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur terkait di kediaman korban sekitar pukul 11.30 WITA.
Pencarian terhadap perempuan yang akrab disapa Dadong Selir ini berlangsung sejak 24 Agustus 2026. Upaya awal dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga setempat, sebelum akhirnya tim SAR gabungan turun tangan pada 27 Agustus dengan melibatkan unit anjing pelacak K9 dari SAR Dog Indonesia.
Empat hari pertama, sejak Selasa (25/8) hingga Kamis (27/8), keluarga dan masyarakat Desa Suana melakukan penyisiran secara swadaya di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban. Upaya itu belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kelima, Jumat (28/8), operasi resmi diperluas. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI AL, aparat desa, dan relawan. Unit K9 diterjunkan untuk mendeteksi jejak keberadaan korban di area terjal dan semak belukar sekitar Banjar Semaya.
Rapat evaluasi yang digelar di kediaman korban menjadi titik akhir operasi. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Basarnas Denpasar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Suana, Pos TNI AL Nusa Penida, Jro Bendesa Adat Semaya, serta keluarga korban.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, penghentian operasi bukan tanpa alasan. Seluruh area yang selama ini dicurigai telah disisir secara maksimal, dan keputusan ini juga merupakan hasil kesepakatan bersama keluarga serta perangkat desa.
"Seluruh unsur yang terlibat telah melaksanakan upaya pencarian secara maksimal dengan menyisir sejumlah area yang dicurigai. Meskipun korban belum ditemukan, Polri bersama unsur terkait tetap memberikan dukungan kepada keluarga dan akan terus berkoordinasi apabila nantinya terdapat informasi mengenai keberadaan korban," ujar Kompol Ketut Kesuma Jaya.
Meski status operasi resmi ditutup, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pencarian tidak berhenti sepenuhnya. Apabila di kemudian hari ditemukan informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR dapat langsung dibuka kembali tanpa menunggu prosedur panjang.
Keluarga korban hingga kini masih menunggu kepastian. Masyarakat sekitar diimbau untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan warga lanjut usia yang hilang sejak akhir Agustus lalu.