BALI — Grand Theft Auto VI hadir dengan keputusan mengejutkan: tidak ada sistem monetisasi di dalamnya, setidaknya untuk mode campaign. Rockstar Games menegaskan pemain tidak akan menemukan pembelian dalam game saat pertama kali memainkan judul ini di PS5.
Tren Game AAA yang Semakin Agresif
Game AAA kini kerap menjejalkan item berbayar, mulai dari booster XP hingga skin eksklusif. GTA VI menjadi pengecualian di tengah tren tersebut, dengan Rockstar memilih memisahkan komponen single-player dari skema pendapatan tambahan.
Keputusan ini relevan bagi pemain Indonesia yang terbiasa dengan sistem transaksi di game mobile maupun PC. Kekhawatiran terhadap pay-to-win dan item kosmetik berbayar yang memengaruhi pengalaman bermain akhirnya terjawab.
Para pemain yang sudah muak dengan sistem belanja dalam game yang sering mengganggu ritme permainan bisa bernapas lega.
Konfirmasi Rob Nelson: "No Monetization"
"No monetization," ujar Rob Nelson, Co-studio Head Rockstar North, saat menjawab pertanyaan Kinda Funny Gamescast.
Nelson juga menepis penggunaan AI dalam pengembangan game open-world itu. Ia menjawab singkat "No AI" ketika ditanya soal teknologi generatif. Lebih dari 600 ribu animasi di GTA VI dibuat secara manual oleh manusia, sebuah komitmen terhadap kualitas pengembangan tradisional.