Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama Ajak Krama Adat Selabih Tabanan Tanam Pohon, Lingkungan Jadi Tanggung Jawab Desa

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 07 September 2026 | 11:16:01 WIB
Warga krama adat Desa Selabih Lalang Linggah, Tabanan, mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Senin (7/9/2026).

TABANAN — Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama memperluas gerakan penghijauan ke Bali dengan melibatkan krama adat Desa Selabih Lalang Linggah, Selemadeg Barat, Tabanan. Penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen yayasan mendorong pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

Sebelumnya, gerakan serupa telah dilakukan di Lamongan, Banyuwangi, dan Sumenep, Jawa Timur. Kini, keterlibatan komunitas adat di Bali menjadi ujung tombak agar upaya penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka.

Menanam Mudah, Merawat yang Butuh Tanggung Jawab

Founder Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, menegaskan bahwa penghijauan harus menjadi gerakan bersama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dan komunitas adat adalah kunci utama keberlanjutan program.

“Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat adalah bentuk tanggung jawab. Karena itu, kami ingin gerakan ini tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan,” ujar Muhlis, Senin (7/9/2026).

Ia menilai desa memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Lingkungan yang terjaga tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga menopang kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Kearifan Lokal Jadi Modal Utama Pelestarian

Muhlis menyebut setiap daerah memiliki kearifan dan kekuatan masyarakatnya sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan krama adat menjadi pendekatan yang relevan di Bali.

“Kami percaya setiap daerah memiliki kearifan dan kekuatan masyarakatnya sendiri. Karena itu, gerakan penghijauan harus dibangun melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk krama adat di Bali,” katanya.

Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman, menambahkan bahwa perluasan ini merupakan upaya membangun gerakan lingkungan berkelanjutan. Pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapannya, penanaman pohon tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan yang terus dirawat dan dikembangkan bersama masyarakat,” kata Syaiful.

Menanam Kesadaran untuk Generasi Muda

Krama Adat Selabih Lalang Linggah, I Made Sudarma, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwariskan kepada generasi muda.

“Lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat desa. Karena itu, menjaga alam tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi harus menjadi kesadaran bersama,” ujar I Made Sudarma.

Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian masyarakat sekaligus mendekatkan generasi muda pada upaya pelestarian alam.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga kesadaran. Mudah-mudahan apa yang dilakukan bersama ini bisa dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top