DENPASAR — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). Agenda ini menyoroti kesiapan daerah dalam transisi menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Tim penilai juga menguji kemampuan daerah mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk menangani isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Badung.
Ditemui seusai acara, ia menegaskan agenda ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmennya agar tidak ada kesenjangan layanan antarwilayah. Sinkronisasi menjadi kata kunci dalam memastikan setiap kader memiliki pemahaman yang setara.
Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung. Pertama, program Badung Peduli Residu yang dirancang untuk menangani permasalahan limbah dan residu di tingkat rumah tangga.
Kedua, pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini bertujuan memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Ini semua demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.