BALI — Sebagian ibu menyusui mengalami perasaan risih, kesal, bahkan jijik saat bayinya menyusu. Kondisi yang dikenal sebagai nursing aversion ini nyata dan dipicu oleh faktor hormon hingga tekanan emosional. Kenali tanda dan cara mengatasinya agar proses menyusui tetap terasa nyaman.
Menyusui memang jadi momen ikatan antara ibu dan bayi. Namun, tidak semua ibu merasakan hal yang sama. Ada kalanya muncul perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan, bahkan saat bayi sedang menyusu dengan tenang.
Perasaan gelisah, ingin segera melepaskan bayi dari payudara, atau sensasi ingin menjauh sering dialami sebagian ibu menyusui. Kondisi ini bukan tanda ibu tidak mencintai bayinya. Ini adalah respons tubuh dan emosi yang punya penjelasan medis.
Nursing aversion adalah kondisi ketika ibu merasakan emosi negatif selama atau sesaat sebelum menyusui. Rasa kesal, gelisah, mual, hingga jijik bisa muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
Kondisi ini berbeda dari sekadar lelah menyusui. Perasaan tersebut biasanya hilang setelah bayi selesai menyusu, tetapi bisa muncul lagi di sesi berikutnya. Beberapa ibu bahkan merasa ingin segera menghentikan proses menyusui meski bayinya masih lapar.
Nursing aversion tidak disebabkan oleh satu hal tunggal. Kombinasi faktor fisik dan psikologis berperan besar dalam memicu kondisi ini.
Setiap ibu bisa merasakan gejala yang berbeda. Namun, beberapa tanda berikut cukup umum dialami:
Jika tanda-tanda ini muncul terus-menerus, penting bagi ibu untuk tidak memendamnya sendiri. Bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan agar mendapat dukungan yang tepat.
Ada beberapa langkah praktis yang bisa dicoba untuk meredakan kondisi ini. Kuncinya adalah mengenali pemicu dan menyesuaikan rutinitas menyusui.
Nursing aversion yang ringan biasanya bisa diatasi dengan penyesuaian rutinitas. Namun, jika perasaan negatif ini berlangsung terus-menerus hingga mengganggu keinginan menyusui, segera cari bantuan profesional.
Ibu juga perlu waspada jika muncul gejala depresi postpartum seperti sedih berkepanjangan, kehilangan minat pada bayi, atau gangguan tidur berat. Dokter atau psikolog dapat membantu menangani kondisi ini dengan tepat.
Nursing aversion bukan tanda kegagalan seorang ibu. Ini adalah sinyal tubuh dan pikiran yang butuh perhatian lebih. Dengan dukungan yang tepat, proses menyusui bisa kembali terasa nyaman bagi ibu dan bayi.