BALI — PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatat laba bersih Rp 38,3 miliar hingga kuartal II-2026 dengan total aset Rp 15,1 triliun. Perolehan itu ditopang layanan digital yang menyasar lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar di seluruh Indonesia.
Perusahaan menempatkan layanan perbankan syariah bukan sekadar kanal digital, melainkan menghubungkan transaksi harian nasabah dengan ekosistem yang lebih luas. Nasabah dapat mengakses tabungan Ala Impian, Ala Deposito, tabungan umrah, tabungan qurban, hingga pembayaran tagihan dan pengisian e-wallet.
Pengembangan jaringan menjadi tulang punggung strategi perseroan. Lewat kemitraan dengan Alfa Group, layanan perbankan syariah hadir di lebih dari 25.000 gerai yang tersebar di berbagai wilayah.
Pendekatan itu menggabungkan kapabilitas digital dengan akses fisik, sehingga layanan keuangan syariah dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok. Skema Bank as a Service (BaaS) turut memungkinkan kapabilitas perbankan syariah diintegrasikan ke platform digital mitra strategis.
Direktur Bank Aladin Syariah Arief Satrio Putra menyatakan pertumbuhan nasabah membuka ruang sekaligus menuntut perluasan akses layanan.
"Hingga kuartal II-2026, kami telah melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Skala ini merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperluas akses dan menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah dijangkau, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata dalam perjalanan finansial mereka," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Bank Aladin Syariah meraih "Best Islamic Digital Offering by a Bank in Indonesia" dalam ajang IFN Best Bank Poll 2025 dari Islamic Finance News. Penghargaan serupa juga diraih perseroan pada 2024.
"Penghargaan ini kami maknai sebagai kepercayaan untuk terus menghadirkan layanan perbankan syariah digital yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memperluas akses, membuat layanan syariah semakin mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, serta memberikan manfaat yang nyata bagi nasabah," kata Arief.
Pencapaian laba dan aset tersebut menjadi bagian dari perjalanan perseroan membangun skala bisnis. Bagi investor, kombinasi pertumbuhan nasabah, jaringan mitra fisik, dan pengakuan industri menjadi indikator awal penguatan fondasi bisnis bank syariah digital di pasar Indonesia.