BALI — Sutradara asal Denmark Adam dan Christian Bonke menghabiskan tiga bulan tinggal di campervan bersama sinematografer Jonatan Mose untuk mengikuti pesepeda nomaden Maximilian Schnell melintasi jalur pegunungan tertinggi Eropa. Dokumenter Perfect Road kini diputar di edisi ke-30 Tallinn Black Nights Film Festival (PÖFF) di Estonia setelah premier dunia di Zurich. Produksi Elk Film dan Dogwoof itu juga tercatat melibatkan Andreas Dalsgaard, Anna Godas, Oli Harbottle, dan Miriam Nørgaard sebagai produser.
Perfect Road berangkat dari perjalanan ekstrem Maximilian Schnell melintasi sejumlah jalur pegunungan tinggi di Eropa. Film ini tidak hanya merekam perjalanan fisik seorang pesepeda, tetapi juga potret karakter dan renungan soal kehidupan modern, prioritas, serta pilihan hidup seseorang.
Sinopsis dan Premis Perfect Road
Dokumenter garapan Adam dan Christian Bonke ini menempatkan Schnell sebagai pusat cerita. Perjalanannya memperlihatkan bahwa jalanan memberi kebebasan dan petualangan, sekaligus tantangan fisik dan mental yang menguras tenaga.
Beban itu ternyata tidak hanya dirasakan Schnell. Kru film yang mengikutinya dari dekat juga mengalami hal serupa selama proses syuting.
Hidup Tiga Bulan di Campervan
Adam Bonke mengisahkan pengalaman tinggal di campervan selama tiga bulan bersama dua rekannya. Menurut dia, mereka bertiga adalah pria dewasa yang harus berbagi ruang sempit dengan peralatan syuting yang menumpuk.
Selain campervan utama, tim membawa satu mobil kecil yang berfungsi seperti satelit. Kendaraan itu dipakai untuk menjangkau jalan-jalan sempit yang tidak bisa dilalui campervan.
Christian Bonke menyebut tantangan harian justru datang dari urusan teknis kendaraan. Mengisi air dan mengosongkan toilet campervan menjadi pekerjaan rutin yang harus diselesaikan setiap kali syuting hari itu rampung.
Strategi Syuting yang Berubah di Tengah Jalan
Tim awalnya merencanakan memakai beberapa sinematografer berbeda selama tiga bulan perjalanan. Rencana itu berubah setelah sang sinematografer, Jonatan Mose, mengalami masalah pribadi dan memutuskan ikut penuh sepanjang periode.
Adam dan Christian Bonke kemudian mengambil peran secara bergantian untuk melengkapi proses pengambilan gambar. Pembagian itu membuat tim tetap bisa merekam perjalanan Schnell tanpa kehilangan momen penting.
Meski jauh dari kata nyaman, Adam Bonke menilai kondisi campervan cukup bisa ditoleransi. Baginya, pengalaman itu justru memberi pemahaman lebih dekat terhadap pilihan hidup Schnell.
Filosofi Tukar Kenyamanan dengan Kebebasan
Schnell punya cara sendiri menjelaskan keputusannya hidup di jalan. Menurut Adam Bonke, pesepeda itu menyebut dirinya menukar kenyamanan dengan kebebasan.
Pernyataan tersebut dinilai Adam sebagai kalimat yang tepat menggambarkan inti film. Framing itu menjadi benang merah Perfect Road dalam membaca gaya hidup yang dipilih Schnell.
Kesan Kru Setelah Perjalanan Usai
Christian Bonke mengaku masih sering mengenang masa syuting itu. Dia menyebut pengalaman tersebut indah karena mereka merasa dekat dengan alam.
Perjumpaan dengan Schnell juga mengubah cara pandang kedua sutradara terhadap kehidupan konvensional. Mereka menyadari betapa banyak batasan yang biasanya hadir dalam hidup sehari-hari di rumah.
Melalui perjalanan itu, kru mendapat gambaran kecil soal cara hidup Schnell. Perfect Road pun menjadi rekaman pengalaman tersebut, dari jalur pegunungan Eropa hingga rutinitas campervan yang menemaninya selama tiga bulan.