DENPASAR — Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar resmi meluluskan 165 ahli gizi muda dalam prosesi yudisium dan pengambilan sumpah profesi nutrisionis. Acara berlangsung di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar dan diikuti lulusan dari tiga jalur pendidikan berbeda.
Rinciannya, Program Studi Gizi D-3 angkatan ke-37, Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika angkatan ke-9, serta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) angkatan ke-20. Prosesi dibuka dengan penampilan Tari Merak Angelo oleh mahasiswi Jurusan Gizi.
Pembacaan Surat Keputusan Yudisium dilakukan oleh Dr. I Wayan Juniarsana, S.S.T., M.Fis., bersama Dr. Badrut Tamam, S.T.P., M.Biotech. Laporan Pendidikan disampaikan Ketua Jurusan Gizi, Dr. Ni Nengah Ariati, S.T., M.Erg.
Satu per satu lulusan dipanggil ke panggung untuk pengalungan selempang, penyerahan plakat, dan penerimaan Surat Keterangan Lulus (SKL). Suasana khidmat memuncak saat Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar memimpin pengambilan sumpah profesi nutrisionis, didampingi para rohaniawan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Erika Yulita Ichwan, S.S.T., M.Keb., menekankan posisi strategis tenaga gizi dalam transformasi kesehatan nasional. Ia menyoroti pentingnya peran promotif dan preventif di tengah maraknya klaim kesehatan di media sosial.
"Tenaga gizi mempunyai posisi yang sangat strategis. Ahli gizi tidak boleh hanya hadir ketika seseorang sudah sakit, tetapi harus kuat pada upaya promotif dan preventif, melakukan deteksi dini risiko gizi, serta mengedukasi masyarakat," tegas Dr. Erika Yulita Ichwan.
Ia juga mendorong lulusan gizi menjadi sumber informasi yang kredibel dan berbasis bukti (evidence-based practice) di era digital.
Kampus memberikan penghargaan khusus kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi akademik.
Melalui pelantikan ini, para lulusan diharapkan tidak hanya mencari tempat bekerja. Mereka didorong menciptakan ruang untuk memberikan dampak nyata bagi kualitas kesehatan masyarakat Bali dan Indonesia.