Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membawa lima menteri dan dua wakil menteri Kabinet Merah Putih dalam pelantikan pengurus DPD Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 di Denpasar, Sabtu. Rombongan pejabat pusat itu disebut sebagai rekor tersendiri sepanjang safari politiknya ke berbagai daerah. Gde Sumarjaya Linggih resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Bali melalui Surat Keputusan DPP Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026.
DENPASAR — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut kunjungan kerjanya ke Bali sebagai capaian tersendiri. Sepanjang rangkaian musyawarah daerah dan pelantikan pengurus DPD Golkar di seluruh Indonesia, baru kali ini ia membawa rombongan pejabat pusat sebanyak itu.
"Saya mau sampaikan bahwa dalam proses perjalanan safari politik saya, baik dalam musda maupun pelantikan DPD Golkar di seluruh wilayah Indonesia, hari ini adalah mencetak rekor dengan saya membawa lima orang menteri dan dua orang wamen (wakil menteri) untuk menghadiri pelantikan Golkar Provinsi Bali," kata Bahlil di Denpasar, Sabtu.
Kehadiran para pejabat negara itu, menurut Bahlil, menjadi penanda keseriusan DPP dalam mengawal konsolidasi partai di daerah.
Selain Bahlil yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi merangkap Menteri ESDM, rombongan mencakup Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Jawa dan Kalimantan.
Hadir pula Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, dan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani.
"Ini sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan kami dari DPP Partai Golkar dalam melihat bagaimana perkembangan Golkar di Provinsi Bali," ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030. Pengesahan komposisi baru merujuk pada Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026 yang menetapkan Gde Sumarjaya Linggih sebagai ketua.
Kepengurusan baru diperkuat I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida sebagai Sekretaris dan I Gede Sudiana sebagai Bendahara. Struktur itu didukung 20 wakil bidang serta sejumlah wakil pada sekretaris dan bendahara.
Bahlil menilai susunan pengurus yang dilantik memadukan kader senior berpengalaman dengan generasi penerus.
"Saya melihat dari wajah-wajah yang dilantik adalah sebuah wajah-wajah yang penuh harapan, wajah-wajah yang merupakan gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi yang kini yang akan mewarisi generasi masa depan bangsa," kata dia.
Komposisi pengurus pusat yang diisi sejumlah kader muda, menurut Bahlil, menunjukkan Golkar membuka ruang bagi kalangan Gen Z di panggung politik nasional.
"Jadi saya pikir Partai Golkar adalah salah satu partai yang mengakomodir anak-anak muda, generasi Z," ucapnya.
Untuk kepengurusan Bali, Bahlil membeberkan sejumlah pekerjaan rumah. Target utama menyangkut peningkatan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan.
"Yang pertama adalah kita mempunyai target harus menaikkan kursi dari 102 di DPR RI harus 102 lebih, itu juga saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar segera menaikkan kursi di DPR provinsi di DPR kabupaten kota dan juga kalau bisa di DPR RI," tutur Bahlil.