Subaru Belum Jual Mobil 7 Penumpang di RI, Ini Alasan Pabrikan

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Subaru Indonesia menyatakan belum menghadirkan model tujuh penumpang di pasar nasional.

BALI — Subaru Indonesia memastikan belum menjual mobil tujuh penumpang di Tanah Air, meski segmen ini punya banyak peminat. Pabrikan lebih memilih fokus pada kenyamanan dan feel berkendara mobil lima penumpang, dengan model seperti Crosstrek hingga WRX yang sudah dijual resmi. Rencana menghadirkan model listrik pun masih jauh, karena Subaru menilai konsumen lokal masih nyaman dengan mesin pembakaran.

Subaru Indonesia memilih jalur berbeda dari merek-merek konvensional yang berlomba mengisi segmen tujuh penumpang. Executive General Manager Subaru Indonesia, Edward Kencono, menyatakan bahwa pihaknya masih fokus memasarkan mobil lima penumpang di dalam negeri. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari identitas merek yang menempatkan pengalaman berkendara di atas kapasitas angkut.

Alasan Subaru Bertahan di Konfigurasi Lima Penumpang

Edward menjelaskan bahwa fokus Subaru bukan pada jumlah penumpang, melainkan pada kenyamanan dan feel berkendara. Dengan konfigurasi lima penumpang, pengemudi di baris depan dan penumpang di baris kedua disebut mendapat pengalaman terbaik. Pendekatan ini berbeda dari merek yang mengejar kapasitas angkut maksimal.

"Kita sementara ini belum ada (mobil 7 penumpang di Indonesia). Kita masih fokus ke 5 penumpang. Kenapa? Karena Subaru fokusnya kan ke kenyamanan, feel berkendara," ujar Edward Kencono saat ditemui di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Pernyataan itu diperkuat dengan penjelasan bahwa konfigurasi lima penumpang memaksimalkan posisi pengemudi dan penumpang baris kedua. Subaru menilai dua baris kursi sudah cukup untuk memberikan feel berkendara yang menjadi ciri khas merek asal Jepang tersebut.

Model yang Sudah Dijual di Indonesia

Saat ini Subaru memasarkan lima model di Indonesia. Portofolio tersebut mencakup segmen SUV kompak hingga sport sedan dan wagon performa.

  • Subaru Crosstrek
  • Subaru Forester
  • Subaru Outback
  • Subaru BRZ
  • Subaru WRX

Kelima model tersebut seluruhnya berkonfigurasi lima penumpang. Tidak ada satu pun varian tujuh penumpang dalam lineup resmi Subaru Indonesia saat ini.

Model Tujuh Penumpang Global yang Tak Masuk Indonesia

Di pasar global, Subaru sebenarnya memiliki model dengan konfigurasi tujuh penumpang. Dua di antaranya adalah Ascent dan Getaway. Namun, Edward memastikan pihaknya belum berencana membawa model-model tersebut ke Indonesia dalam waktu dekat.

"Sementara ini belum tahu dan belum ada (rencana masukin mobil 7 penumpang ke Indonesia)," ungkapnya.

Menariknya, popularitas model tujuh penumpang Subaru di pasar global pun tidak setenar lini lima penumpang mereka. Kondisi ini sejalan dengan strategi merek yang konsisten menempatkan driving experience sebagai nilai jual utama, bukan kapasitas angkut.

Mobil Listrik Juga Belum Jadi Prioritas

Selain segmen tujuh penumpang, Subaru Indonesia belum merencanakan kehadiran mobil listrik. Edward menyebut bahwa konsumen lokal masih menyukai feeling mesin pembakaran. Jika pun masuk ke era elektrifikasi, Subaru kemungkinan besar akan memulai dari kendaraan hybrid, bukan listrik murni.

"Kalau di Indonesia kan kadang-kadang kita harus ngecek kustomer, jadi kustomer kita masih suka feeling combustion. Kalau masuk ke elektrifikasi, mungkin bukan (dimulai) dari listrik tapi hybrid," kata dia.

Pernyataan ini memberi gambaran bahwa strategi elektrifikasi Subaru di Indonesia akan berjalan bertahap. Hybrid dipandang sebagai jembatan yang lebih realistis sebelum konsumen sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.

Yang Perlu Diperhatikan Konsumen

Bagi keluarga besar yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, lineup Subaru saat ini belum bisa menjadi pilihan. Konsumen dengan kebutuhan angkut lebih dari lima orang perlu melihat merek lain yang menyediakan konfigurasi tersebut. Sementara bagi penggemar yang mengutamakan feel berkendara dan kenyamanan dua baris kursi, posisi Subaru tetap konsisten dengan identitasnya.

Belum adanya rencana mobil listrik juga berarti konsumen yang ingin beralih ke kendaraan nol emisi harus menunggu lebih lama. Subaru memilih mengikuti preferensi pasar lokal yang masih nyaman dengan mesin pembakaran, ketimbang memaksakan model listrik yang mungkin belum sesuai dengan kebiasaan pengguna Indonesia.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top