BPBD Bali Pastikan Kabut Asap Karhutla Kalimantan Belum Masuk, Warga Denpasar Diminta Waspadai Kualitas Udara

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:31:31 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Bali Gede Teja Bhusana menegaskan kabut asap karhutla Kalimantan belum terpantau masuk ke Bali.

DENPASAR — Kepala Pelaksana BPBD Bali Gede Teja Bhusana menegaskan pihaknya belum menemukan indikasi kabut asap karhutla dari Kalimantan maupun daerah lain yang masuk ke Bali. Pernyataan itu disampaikan di Denpasar, Selasa, 20 Oktober 2026, merespons kekhawatiran warga soal udara yang tampak berkabut di sejumlah titik.

Menurut Gede Teja, kondisi tersebut sejalan dengan pola angin selama musim kemarau. "Seharusnya tidak ada ya karena sekarang kan kita masih musim kemarau," ucapnya.

Angin Timuran Bikin Asap Kalimantan Bergerak ke Barat

Gede Teja menjelaskan, angin timuran yang mendominasi wilayah Indonesia selama musim kemarau memengaruhi arah pergerakan asap. Secara geografis, Kalimantan berada di sebelah utara Bali, sementara pergerakan asap dari wilayah itu diperkirakan mengarah ke barat.

Pola tersebut membuat sejumlah wilayah lain ikut merasakan dampak kabut asap, termasuk Malaysia, Singapura, serta kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bali tidak masuk dalam jalur pergerakan asap berdasarkan pantauan sementara.

Koordinasi dengan BMKG: Belum Ada Asap Melintasi Udara Bali

Kepastian belum masuknya kabut asap karhutla ke Bali juga didasarkan pada koordinasi BPBD dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. "Tapi kalau di Bali belum ada kalau tadi koordinasi dengan BMKG, belum ada," ujar Gede Teja.

Stasiun induk BMKG, lanjutnya, juga menyampaikan belum ada pantauan pergerakan kabut asap karhutla dari Kalimantan yang melintasi atau memasuki wilayah udara Bali. "Tapi kalau yang di induknya bilang tidak ada gitu, belum ada masuk ke sini ke Bali karhutla Kalimantan, jadi belum sampai," ucapnya.

Indeks Udara Denpasar 113 Tak Otomatis dari Karhutla

Warga Denpasar sempat mengeluhkan kualitas udara yang mencatat indeks 113 dengan kategori tidak sehat, disertai kondisi udara yang tampak berkabut. Gede Teja menegaskan angka itu tidak serta-merta berkaitan dengan karhutla dari luar Bali.

Ia menjelaskan, pemantauan indeks kualitas udara merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. "Nah, kalau masalah indeks kualitas udara, itu saya tidak tahu, tapi bisa aja bukan dari karhutla memang dari kualitas di Bali, bukan karena karhutla, tapi itu ranahnya lingkungan hidup," kata dia.

Aktivitas lokal seperti emisi dari pembangkit dan kendaraan bermotor, menurut Gede Teja, dapat menjadi sumber pencemaran udara yang dikeluhkan masyarakat. Penentuan penyebab tetap memerlukan hasil pemantauan instansi berwenang.

Imbauan ke Warga: Jaga Kesehatan dan Ikuti Informasi Resmi

BPBD Bali mengimbau masyarakat menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang mengenai perkembangan kondisi lingkungan dan kualitas udara.

Hingga kini, belum ada laporan warga Bali yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap lintas wilayah. Pemantauan kualitas udara dan pergerakan asap disebut berjalan rutin bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Reporter: Usman Harun
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top