SEMARAPURA — Upaya penanggulangan rabies di Kabupaten Klungkung, Bali, menunjukkan progres yang belum merata hingga periode akhir April 2026. Berdasarkan data terbaru Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, cakupan vaksinasi baru menyasar 19 desa dengan persentase capaian kelompok sebesar 75,12 persen.
Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengonfirmasi bahwa dari populasi hewan penular rabies (HPR) di 19 desa tersebut yang mencapai 5.884 ekor, sebanyak 4.420 ekor telah berhasil divaksinasi. Namun, jika melihat skala kabupaten, angka ini masih jauh dari target ideal perlindungan populasi.
Total populasi anjing di seluruh Kabupaten Klungkung tercatat mencapai 15.809 ekor. Dengan realisasi saat ini, capaian vaksinasi secara akumulatif baru berada di kisaran 27,96 persen, menyisakan sebagian besar wilayah yang belum tersentuh proteksi medis.
Sebaran 15 Kasus Positif Rabies di Tiga Kecamatan
Keterbatasan jangkauan vaksinasi ini memicu kekhawatiran serius bagi otoritas kesehatan hewan setempat. Data laboratorium Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas) sepanjang tahun 2026 menunjukkan adanya ancaman nyata di lapangan.
Dari total 37 sampel yang diperiksa, ditemukan 15 sampel anjing yang dinyatakan positif rabies. Kasus-kasus tersebut terdeteksi tersebar di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Banjarangkan, Kecamatan Klungkung, dan Kecamatan Dawan.
“Secara persentase memang terlihat cukup tinggi di 19 desa, tetapi secara keseluruhan wilayah masih terbatas. Ini yang terus kami dorong agar bisa menjangkau seluruh desa dan kelurahan,” ujar Juanida, Senin (4/5/2026).
Risiko Penularan di Kawasan Padat Kota Semarapura
Temuan kasus positif tidak hanya muncul di wilayah pedesaan atau pinggiran. Otoritas mencatat adanya tren penularan yang menonjol di wilayah perkotaan Kecamatan Klungkung, termasuk kawasan padat penduduk di Kota Semarapura.
Kondisi ini memperburuk risiko transmisi rabies kepada manusia jika tidak segera ditangani dengan pemerataan vaksinasi. Beberapa desa yang sudah tersentuh program bahkan masih menunjukkan angka cakupan yang sangat rendah dan rawan menjadi titik ledakan kasus.
Desa Satra tercatat baru mencapai cakupan 28 persen, sementara Desa Sakti di angka 39,9 persen. Kondisi paling rentan terlihat di Desa Batununggul yang cakupannya baru menyentuh 16,8 persen dari total populasi anjing di wilayah tersebut.
Pendampingan Aparat di Nusa Penida Tingkatkan Capaian
Di tengah tantangan tersebut, Desa Suana di Kecamatan Nusa Penida menjadi salah satu wilayah dengan progres yang cukup baik. Kegiatan vaksinasi di wilayah kepulauan ini mendapatkan pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan kelancaran operasional Puskeswan.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menyatakan bahwa kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat. Petugas di lapangan turut memberikan edukasi agar warga lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan mereka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan guna mencegah penyebaran rabies serta menjaga kesehatan lingkungan,” ujar Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Senin (4/5/2026).
Di Desa Suana, sinergi antara petugas medis dan aparat keamanan berhasil mendorong angka vaksinasi mendekati 80 persen. Petugas menyasar anjing peliharaan yang belum pernah divaksin maupun pemberian vaksin ulang untuk menjaga kekebalan berkelanjutan.
Upaya Pemerataan Vaksinasi di Titik Rawan
Dinas Pertanian Klungkung kini fokus pada percepatan perluasan jangkauan ke 53 desa dan 6 kelurahan yang ada di Bumi Serombotan. Target utama adalah menyisir wilayah yang belum tersentuh sama sekali serta meningkatkan intensitas di desa dengan cakupan rendah.
Juanida menegaskan bahwa percepatan ini mendesak dilakukan untuk menekan risiko penyebaran rabies secara maksimal. Tantangan geografis dan kesadaran pemilik hewan menjadi faktor yang terus dievaluasi oleh tim di lapangan.
“Kami fokus mempercepat perluasan jangkauan agar seluruh wilayah bisa tercover vaksinasi,” tegas Juanida terkait langkah strategis dinas pada bulan Mei ini.