Pencarian

Festival Singakren 2026 Buleleng Padukan Budaya Bali Tionghoa dan Bugis

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:35:54 WIB
Festival Singakren 2026 Buleleng Padukan Budaya Bali Tionghoa dan Bugis
penari lintas generasi tampil memukau dalam kolaborasi budaya di Singakren Festival 2026 Buleleng.

Sebanyak 87 penari lintas generasi didukung 26 penabuh disiapkan untuk mengisi panggung utama Singakren Festival 2026. Pertunjukan kolosal ini menjadi sorotan utama karena mengawinkan berbagai unsur etnis yang tumbuh di Bumi Panji Sakti, mulai dari gerak tari tradisional Bali, atraksi barongsai khas Tionghoa, hingga irama hadrah dari komunitas Bugis.

Berbeda dengan pertunjukan multietnis pada umumnya, seluruh keragaman seni tersebut akan dibalut dalam satu harmoni musik gamelan gong kebyar. Inovasi ini sengaja dilakukan untuk menonjolkan identitas kesenian khas Buleleng di tengah keberagaman budaya yang ada.

Kolaborasi Gong Kebyar dengan Barongsai dan Hadrah

Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan bahwa festival ini merupakan wadah untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah akulturasi di Buleleng. Nilai-nilai ini sudah mengakar kuat sejak era kepemimpinan Anglurah Panji Sakti dan terus dipertahankan hingga kini.

“Buleleng sejak dulu dikenal dengan keberagaman budayanya. Nilai tradisi ini yang terus kami jaga dan lestarikan, lalu kami kemas dalam festival agar bisa dinikmati masyarakat luas,” ujar Gopi saat ditemui pada Selasa (5/5) sore.

Selain tari kolosal, panggung Singakren Festival atau Singaraja Kreativitas Seni Festival ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan gong kebyar anak-anak, angklung kreasi, tradisi ngoncang, hingga pertunjukan tari joged dan musik modern selama tiga hari berturut-turut.

Layanan Kesehatan Gratis dan Dorongan Ekonomi UMKM

Festival tahun ini tidak hanya fokus pada panggung hiburan. Pihak penyelenggara menyediakan ruang luas bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk unggulan di sektor kuliner, kriya, fashion, hingga komoditas agro. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat kecamatan.

Sisi sosial juga diperkuat melalui penyediaan layanan kesehatan bagi pengunjung. Salah satu program yang menonjol adalah kuota layanan pap smear gratis untuk 300 peserta di Klinik Sutji Medika. Selain itu, terdapat agenda donor darah, cek kesehatan gratis, serta edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya festival hiburan, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi kreatif, promosi pariwisata, serta edukasi lingkungan melalui kampanye penanganan sampah,” kata Gopi menambahkan.

Alokasi Anggaran dan Dukungan Sponsor Festival

Untuk menyelenggarakan perhelatan besar ini, total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp430 juta. Pendanaan tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, dengan rincian Rp160 juta bersumber dari DPA Kecamatan Buleleng dan sisanya berasal dari dukungan sponsor serta donatur.

Singakren Festival 2026 mengusung tema Purwaning Sastrotsawa Pragati. Secara filosofis, tema ini menekankan bahwa nilai budaya, tradisi, dan filsafat merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah daerah di masa depan.

Pelaksanaan festival yang dipusatkan di Pelabuhan Tua Buleleng ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat secara aktif. Mulai dari generasi muda melalui kompetisi e-sports, komunitas seni kreatif, hingga ibu-ibu PKK dari desa dan kelurahan di seluruh Kecamatan Buleleng.

Bagikan
Sumber: beritabali.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks