Pencarian

Darurat Sampah di Bali, Tokoh Pariwisata Ketut Darmayasa Tawarkan Solusi 4M dan BESTIE untuk Selamatkan Pariwisata

Kamis, 14 Mei 2026 • 13:25:10 WIB
Darurat Sampah di Bali, Tokoh Pariwisata Ketut Darmayasa Tawarkan Solusi 4M dan BESTIE untuk Selamatkan Pariwisata
Ketut Darmayasa mengusulkan formula 4M sebagai solusi strategis penanganan sampah di Bali.
pariwisata Ketut Darmayasa menawarkan formula 4M dan integrasi BESTIE sebagai peta jalan keluar dari krisis ini. ISI:

DENPASAR — Ketut Darmayasa, praktisi pariwisata dan tokoh masyarakat Bali, menyatakan penanganan sampah di Pulau Dewata telah memasuki fase darurat. Menurut dia, cara-cara konvensional yang sporadis tidak lagi memadai untuk mengatasi persoalan yang mengancam reputasi pariwisata global.

Darmayasa menawarkan peta jalan strategis melalui formula 4M dan integrasi BESTIE. Konsep ini ia sampaikan sebagai respons atas kondisi sampah yang dinilai sudah mencapai titik nadir.

Apa Itu Formula 4M untuk Sampah Bali?

Menurut Darmayasa, penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari fondasi manajerial yang kuat. Formula 4M mencakup empat pilar utama.

  • Money (Anggaran): Dukungan pendanaan yang kuat dan tepat sasaran untuk pengelolaan limbah.
  • Machinery (Peralatan): Penyediaan teknologi dan alat pengolahan sampah yang mumpuni.
  • Mechanism (Tata Kelola): Sistem operasional yang jelas dari hulu ke hilir, dari sumber sampah hingga pembuangan akhir.
  • Market (Pasar): Menciptakan ekosistem ekonomi sirkular sehingga sampah yang diolah memiliki nilai jual.

Konsep BESTIE: Kolaborasi Berbasis Budaya

Selain aspek manajerial, Darmayasa mengusulkan integrasi lintas sektor melalui konsep BESTIE. Konsep ini menggabungkan nilai budaya lokal, pendidikan, teknologi, hingga peran aktif semua pihak.

BESTIE merupakan akronim dari Bottom-up Cultural Value, Environmental Education, Technological Integration, Institutionalization, dan Elimination of Waste. Fokus utamanya adalah pengurangan sampah langsung dari sumbernya di hulu.

Edukasi Cara Membuang Sampah Lebih Penting dari Sekadar Memilah

Satu hal yang menjadi sorotan tajam Darmayasa adalah perilaku fundamental masyarakat dalam membuang sampah. Ia menilai banyak pihak terlalu fokus pada wacana pemilahan, namun mengabaikan etika dasar.

“Mari kita belajar ‘Cara Membuang Sampah’ yang benar sebelum belajar memilah. Bagaimana mau memilah kalau cara membuangnya saja masih sembarangan? Kesadaran mendasar ini yang harus kita bangun kembali,” tegas Darmayasa, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan agar tidak hanya terjebak pada proyek infrastruktur hilir seperti tempat pembuangan akhir (TPA). Darmayasa menekankan perlunya penguatan pendanaan dan edukasi intensif di tingkat desa dan individu.

Bagikan
Sumber: letternews.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks