Pencarian

Bulog Siapkan Beras SPHP Premium untuk Redam Lonjakan Harga Beras di Pasaran

Minggu, 12 Juli 2026 • 12:19:01 WIB
Bulog Siapkan Beras SPHP Premium untuk Redam Lonjakan Harga Beras di Pasaran
Bulog menyiapkan beras SPHP premium untuk operasi pasar meredam lonjakan harga beras.

BALI — Kenaikan harga beras premium yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir memaksa pemerintah bergerak cepat. Perum Bulog akhirnya menyiapkan beras SPHP premium sebagai senjata utama untuk operasi pasar. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga di tingkat konsumen dan menjaga daya beli masyarakat.

Beras Premium Kini Masuk Program Stabilisasi Harga

Sebelumnya, program SPHP lebih banyak menyasar beras medium. Namun, lonjakan harga premium yang signifikan membuat Bulog memperluas cakupan. Dengan masuknya beras premium ke dalam skema ini, pasokan di pasar diharapkan bertambah dan harga bisa kembali ke level wajar.

Operasi pasar akan dilakukan di sejumlah titik yang teridentifikasi mengalami kenaikan harga tinggi. Bulog memastikan stok yang disiapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa pekan ke depan. Pendistribusian akan melibatkan pedagang eceran dan mitra Bulog di berbagai daerah.

Dampak Langsung ke Kantong Konsumen

Bagi konsumen, kehadiran beras SPHP premium berarti ada alternatif pilihan dengan harga lebih terjangkau di tengah mahalnya beras premium komersial. Ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti warung nasi menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya.

Bulog juga akan memantau harga di pasar tradisional dan modern secara ketat. Jika masih ditemukan harga yang tidak wajar, pasokan akan terus ditambah. Langkah preventif ini dilakukan agar spekulasi harga tidak meluas.

Strategi Jangka Pendek di Tengah Tekanan Produksi

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek pemerintah. Sebab, tekanan harga beras premium salah satunya dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani akibat musim tanam yang mundur. Dengan intervensi ini, pemerintah berharap harga bisa terkendali hingga masa panen raya tiba.

Bulog juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog daerah untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Ke depan, skema serupa bisa diperpanjang jika tekanan harga masih berlanjut.

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi gejolak pangan. Konsumen bisa bernapas lega, setidaknya dalam waktu dekat, harga beras premium tak akan terbang terlalu tinggi.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks